Internasional
Markas Besar Khatam al-Anbiya ke AS: Jangan Bungkus Kekalahan Strategismu dengan Istilah Negosiasi
Ahlulbait Indonesia | 25 Maret 2026 — Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dengan menegaskan tekanan yang kini dihadapi Washington di kawasan bukanlah proses negosiasi, melainkan bentuk kerugian strategis. Dalam pernyataan terbarunya, markas tersebut menilai Amerika Serikat tengah menghadapi konsekuensi langsung dari kebijakan konfrontatif yang gagal mencapai tujuan.
Pernyataan yang dikutip Al Alam pada Rabu (25/3) menyebut kemampuan strategis yang selama ini dibanggakan Washington kini justru berubah menjadi beban. Markas Besar Khatam al-Anbiya menilai jika Amerika Serikat benar-benar memiliki ruang keluar yang aman dari situasi saat ini, langkah tersebut sudah diambil sejak awal.
“Siapa pun yang mengklaim dirinya sebagai negara adidaya, jika mampu keluar dari kesulitan yang dihadapinya, pasti akan melakukannya,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Markas itu juga menegaskan dinamika kawasan telah memasuki fase baru. Menurut pernyataan tersebut, publik regional dan internasional tidak lagi mudah dipengaruhi oleh perang persepsi maupun permainan media yang selama ini digunakan untuk membingkai konflik.
“Dunia hari ini telah bergerak ke arah dua kubu: kubu kebenaran dan kubu kesalahan,” tulis pernyataan tersebut.
Dalam bagian lain, Markas Besar Khatam al-Anbiya menekankan stabilitas kawasan tidak akan lahir dari tekanan politik maupun ancaman militer. Posisi itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan regional, termasuk dampaknya terhadap sektor energi, investasi, dan keamanan jalur strategis.
Markas tersebut menilai setiap upaya untuk memaksakan persamaan baru terhadap Iran hanya akan memperbesar instabilitas dan memperluas konsekuensi ekonomi di kawasan.
Pernyataan itu juga menegaskan fase saat ini tidak akan berujung pada pemulihan hubungan seperti sebelumnya selama kebijakan permusuhan terhadap Iran masih dipertahankan. Teheran, menurut Markas Khatam al-Anbiya, akan tetap mempertahankan kedaulatan nasional dan tidak akan mengubah posisi dasarnya di tengah tekanan.
“Era janji telah berakhir,” tegas pernyataan tersebut.
Pesan ini menambah daftar sinyal keras dari struktur militer Iran dalam beberapa hari terakhir, di tengah meningkatnya serangan balasan terhadap target Amerika Serikat dan Israel di kawasan.
Dengan nada yang semakin tegas, Markas Besar Khatam al-Anbiya menempatkan fase saat ini bukan semata-mata eskalasi militer, melainkan bagian dari pergeseran keseimbangan kekuatan regional yang lebih luas. []
