Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Komando Siber dan Pasukan Quds Tegaskan Operasi Berlanjut Tanpa Batas Waktu

Published

on

Ahlulbait Indonesia | 3 Maret 2026 – Komando Keamanan Siber Iran menyatakan telah melumpuhkan jalur akses musuh dalam rangkaian serangan siber dan kognitif terbaru. Otoritas tersebut menegaskan lawan kini terpaksa mencari celah baru setelah akses sebelumnya ditutup.

Mengacu laporan Al Mayadeen pada Selasa (3/3/2026), pernyataan resmi Komando yang dirilis Senin menyebut operasi difokuskan pada “jalur akses musuh dalam serangan siber dan kognitif.”

“Musuh sekarang berupaya menemukan jalur akses baru,” tegas pernyataan tersebut.

Iran juga menyebut tim siber Mossad menyebarkan pembaruan palsu pada sejumlah aplikasi populer untuk menyusup ke jaringan dan mempersiapkan serangan lanjutan. Pernyataan itu memperlihatkan eskalasi konflik ke ranah digital yang semakin terbuka.

Operasi Militer Berlanjut

Di front militer, Iran melanjutkan Operasi “Janji Sejati 4”. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah meningkatkan intensitas serangan ke target Israel dan kepentingan Amerika di kawasan. Hingga kini, Garda Revolusi telah meluncurkan 12 gelombang rudal dalam operasi tersebut.

Pasukan Quds Ancam Balasan Berkelanjutan

Secara terpisah, Pasukan Quds menegaskan komitmen pembalasan tanpa batas waktu. Unit elite itu menyebut penargetan terhadap Ayatullah Ali Khamenei sebagai pelanggaran berat terhadap norma internasional.

Dalam pernyataan resminya, Pasukan Quds menyatakan akan terus “membuka pintu api melawan musuh dan kami tidak akan beristirahat sampai kami mengalahkannya.” Mereka juga menegaskan, “Musuh tidak akan aman bahkan di rumah sendiri, dan hari-hari bahagianya telah berakhir.”

Pernyataan tersebut menyebut“pemerintahan Amerika yang kriminal dan entitas Zionis” menyerang Republik Islam Iran dan melanggar hukum internasional dengan menargetkan pemimpin serta warga sipil.

Pasukan Quds menggambarkan Republik Islam dan Front Perlawanan sebagai kekuatan yang tetap solid di tengah tekanan. “Wahai Imam, kami tetap setia pada janji yang telah kami buat kepada Anda,” tulis pernyataan itu, sembari menegaskan operasi akan terus berlanjut sampai musuh dikalahkan.

Ketegangan di kawasan meningkat tajam. Serangan rudal dan operasi siber berjalan paralel, memperluas spektrum konflik dari medan fisik ke infrastruktur digital. Situasi masih dinamis dan berpotensi memicu eskalasi lanjutan. [HMP/ABI]