Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Jenderal Fadavi: Pangkalan AS di Kawasan Telah Hancur, Iran Siapkan “Kejutan Militer” Baru

Published

on

Jenderal Fadavi: Pangkalan AS di Kawasan Telah Hancur, Iran Siapkan “Kejutan Militer” Baru
Foto yang diambil setelah peluncuran Operasi Janji Sejati 4 Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada 28 Februari 2026 terhadap target Israel dan Amerika (Foto oleh Kantor Berita Tasnim)

Ahlulbait Indonesia | 12 Maret 2026 — Wakil Panglima Tertinggi Garda Revolusi Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Fadavi, menyatakan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah telah dihancurkan dalam rangkaian operasi terbaru. Ia juga memperingatkan Washington akan menghadapi kejutan militer lain dalam waktu dekat.

Dalam laporan Al Mayadeen, Kamis (12/3/2026), Fadavi mengungkap Iran memiliki rudal yang dapat diluncurkan dari bawah laut dengan kecepatan sekitar 100 meter per detik. Sistem tersebut disebut siap digunakan dalam beberapa hari mendatang.

“Iran dan Rusia adalah dua negara yang memiliki teknologi rudal seperti ini. Amerika harus bersiap menghadapi kejutan lain pada hari-hari mendatang,” kata Fadavi.

Ia juga mengeklaim tidak ada kapal perang Amerika Serikat dalam radius 700 kilometer dari wilayah Iran. Menurutnya, armada laut AS menjauh dari kawasan sekitar Iran karena mengetahui adanya rencana militer Teheran.

“Angkatan Laut Amerika melarikan diri karena mereka tahu kami memiliki rencana khusus untuk menenggelamkan kapal induk mereka,” ujarnya.

Fadavi menilai publik Amerika akan bereaksi keras jika mengetahui besarnya dana pajak yang digunakan untuk membangun pangkalan militer di kawasan Timur Tengah.

“Jika rakyat Amerika tahu jumlah uang yang dihabiskan untuk pangkalan itu, mereka akan memberontak hari ini. Semua pangkalan itu sekarang telah dihancurkan,” katanya.

Selain itu, Iran disebut terus memperkuat sistem pertahanan udara agar pesawat tempur lawan tidak lagi dapat mendekati wilayah perbatasannya.

Fadavi juga memperingatkan potensi konflik jangka panjang jika perang terus meluas. Menurutnya, perang gesekan berkepanjangan berisiko menimbulkan guncangan ekonomi besar, termasuk kemungkinan keruntuhan ekonomi Amerika serta dampak global.

Qalibaf: Iron Dome Tampak Seperti Paradoks

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, turut menanggapi perkembangan tersebut. Melalui unggahan di platform X, ia menilai klaim Amerika Serikat terkait penghancuran kemampuan rudal Iran tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Amerika mengklaim kemampuan rudal Iran telah dihancurkan. Faktanya, gelombang pertama peluncuran rudal skala besar bertujuan membutakan radar dan sistem pertahanan musuh,” tulis Qalibaf.

Ia menambahkan kemampuan penargetan Iran kini meningkat sehingga dapat menyerang lokasi tertentu dengan jumlah rudal lebih sedikit.

“Iron Dome saat ini tampak seperti paradoks ironis belaka,” tulisnya.

Baca juga : IRGC dan Hizbullah Serang 50 Target di Israel dalam Gelombang ke-40 Operasi “Janji Sejati 4”

Komandan IRGC Tantang CENTCOM Publikasikan Bukti

Komandan Angkatan Udara Garda Revolusi Iran, Brigadir Jenderal Majid Mousavi, juga menyampaikan pesan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Mousavi meminta Komando Pusat AS (CENTCOM) mempublikasikan dokumentasi pangkalan militer sebelum dan sesudah serangan Iran.

“Lihatlah gambar pangkalan Amerika sebelum dan sesudah serangan. Itu pemandangan yang layak dilihat,” ujarnya.

Iran Ancam Balas Jika Pelabuhan Diserang

Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, menegaskan setiap ancaman terhadap pelabuhan dan fasilitas maritim Iran akan dibalas secara setara.

“Jika pelabuhan dan dermaga Iran terancam dengan cara apa pun, semua pelabuhan dan dermaga di kawasan akan menjadi target sah,” kata Shekarchi dalam pernyataan kepada televisi Iran.

Ia menyebut operasi militer yang dilakukan Angkatan Bersenjata Iran dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan kerugian besar bagi Amerika Serikat dan pangkalan militernya di kawasan serta di wilayah pendudukan Israel.

Shekarchi juga membantah klaim Komando Pusat AS yang menyebut kapal IRGC bersembunyi di pelabuhan ekonomi.

“Klaim itu palsu dan tidak berdasar. Angkatan laut Garda Revolusi dan angkatan darat memiliki kekuatan besar, tidak perlu berlindung di wilayah padat penduduk atau pusat ekonomi,” tegasnya.

Menurutnya, tuduhan tersebut digunakan sebagai dalih untuk menargetkan fasilitas ekonomi.

Iran Serukan Negara Tetangga Usir Pasukan AS

Dalam pernyataan yang sama, Shekarchi menyerukan negara-negara tetangga Iran agar tidak memberikan perlindungan kepada pasukan Amerika Serikat.

Ia meminta negara-negara di kawasan mengusir kehadiran militer AS dari wilayah mereka.

“Iran menghormati kedaulatan negara dan kepentingan masyarakat Muslim. Namun wilayah itu kini digunakan sebagai tempat persembunyian tentara Amerika yang brutal,” ujarnya. []

Baca juga : Pasukan Quds IRGC Ancam Balasan: “Pintu Api” Akan Dibuka untuk Israel dan AS