Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

IRGC Peringatkan Evakuasi Ras Al Khaimah UEA, Siap Serang Sumber Agresi

Published

on

Juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya, Ibrahim Zolfaghari, menyatakan Uni Emirat Arab akan menghadapi respons militer jika serangan dari wilayahnya terhadap pulau Abu Musa dan Greater Tunb terulang. (Press TV)

Ahlulbait Indonesia | 22 Maret 2026 — Iran mengeluarkan peringatan mendesak kepada warga Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab (UEA), untuk segera meninggalkan wilayah tersebut. Peringatan disertai ancaman serangan sebagai respons atas penggunaan wilayah itu dalam operasi terhadap kepentingan Iran.

Kantor berita Tasnim pada Sabtu (21/3/2026) melaporkan adanya imbauan evakuasi bagi warga dan penduduk Ras Al Khaimah. Wilayah tersebut disebut berpotensi menjadi target dalam waktu dekat.

Laporan itu menyebut Ras Al Khaimah digunakan AS-Israel dalam operasi yang berkaitan dengan penargetan pulau-pulau Iran di Teluk. Otoritas terkait meminta warga segera keluar melalui jalur yang telah ditentukan.

Peringatan juga menyinggung risiko yang dihadapi jika aktivitas tersebut berlanjut. Disebutkan, peringatan serupa telah berulang kali disampaikan kepada otoritas setempat terkait konsekuensi yang dapat timbul.

Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan kesiapan menghadapi eskalasi. Strategi militer disebut akan menargetkan sumber agresi dengan respons yang lebih luas dibanding sebelumnya.

Juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya, Ibrahim Zolfaghari, menyatakan Uni Emirat Arab akan menghadapi respons militer jika serangan dari wilayahnya terhadap pulau Abu Musa dan Greater Tunb terulang. Ia menegaskan respons akan diarahkan ke Ras Al Khaimah.

Ras Al Khaimah merupakan emirat terbesar keempat di Uni Emirat Arab dengan luas sekitar 1.684 kilometer persegi. Populasinya diperkirakan mencapai 345.000 jiwa.

Perkembangan situasi masih dinamis. Ketegangan di kawasan Teluk berpotensi meningkat seiring peringatan dan respons yang terus berlanjut. []