Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

IRGC Luncurkan Gelombang Ke-12 Operasi “Janji Sejati 4”, Perluas Serangan ke Sejumlah Wilayah Israel

Published

on

IRGC menargetkan pusat intelijen AS dan depot militer dalam gelombang serangan ke-11 (Press TV)

Ahlulbait Indonesia | 3 Maret 2026 – Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan peluncuran gelombang kedua belas Operasi “Janji Sejati 4”, Selasa (3/3/2026), dengan menyasar kepentingan militer Amerika Serikat dan Israel di sejumlah titik strategis kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui Hubungan Masyarakat IRGC dan dikutip oleh Tasnim News Agency. Dalam keterangan resminya, IRGC menyebut gelombang kesebelas sebelumnya dilaksanakan sebagai “aksi gabungan, berskala luas, dan padat” oleh unit maritim dan dirgantara, pada hari ketiga yang mereka sebut sebagai agresi terhadap Iran.

Menurut IRGC, sasaran mencakup pusat informasi dan fasilitas logistik militer Amerika di kawasan Teluk Persia, kompleks industri komunikasi militer Israel di Beersheba, serta lebih dari 20 titik di Tel Aviv, Yerusalem Barat, dan wilayah Galilea.

IRGC menyatakan sejak awal eskalasi pihaknya telah menyerang 60 target strategis dan 500 titik militer Amerika dan Israel. Dalam 48 jam terakhir, operasi tersebut melibatkan peluncuran lebih dari 700 drone dan ratusan rudal.

“Intensitas operasi ini melampaui skala konflik-konflik sebelumnya dalam periode waktu yang sama,” demikian pernyataan resmi IRGC.

Serangan Diperluas ke Kawasan Teluk

Selain wilayah Israel, IRGC menyatakan gelombang terbaru diperluas ke instalasi militer AS di tiga negara Teluk, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, serta kawasan Selat Hormuz.

Pangkalan militer AS di Arifjan, Kuwait, menjadi target serang 12 drone dalam dua tahap. Sementara pusat komando dan kendali militer AS di Pangkalan Udara Al Minhad, Uni Emirat Arab, disebut menjadi sasaran enam drone dan lima rudal balistik.

IRGC juga menyebut fasilitas Angkatan Laut AS di Bahrain diserang enam drone dan “dihancurkan”. Selain itu, kapal tanker bahan bakar Athens Nova, yang disebut sebagai milik sekutu Amerika di Selat Hormuz, masih terbakar setelah terkena dua drone.

Dalam pernyataan yang sama, IRGC menyebut bahwa militer Amerika dan Israel melakukan serangan terhadap warga sipil Iran, termasuk fasilitas kesehatan, sekolah, lembaga penyiaran negara, dan pusat-pusat sipil lainnya.

IRGC menegaskan, tindakan yang mereka sebut sebagai “serangan terhadap warga sipil tak berdosa” akan memperkuat tekad angkatan bersenjata Iran untuk meningkatkan respons militer pada fase berikutnya.

Eskalasi ini menandai perluasan front konflik, tidak hanya di wilayah Israel tetapi juga di kawasan Teluk yang menjadi jalur vital perdagangan energi global. Situasi di Selat Hormuz, koridor strategis distribusi minyak dunia, kini berada dalam sorotan ketat komunitas internasional. [HMP/ABI]