Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Iran Lanjutkan Operasi Balasan, Tegaskan Tidak Menargetkan Negara Tetangga dan Warga Sipil

Published

on

Ahlulbait Indonesia | 8 Maret 2026 — Angkatan Bersenjata Iran melanjutkan serangan balasan terhadap target Amerika Serikat dan Israel melalui gelombang ke-25 Operasi “Janji Sejati 4”.

Menurut laporan yang dikutip dari Al-Manar pada Minggu (8/3/26), operasi tersebut melibatkan peluncuran sejumlah rudal balistik strategis, seperti rudal Ghadr, rudal Kheibar, dan rudal Emad, serta gelombang besar drone yang diluncurkan oleh Angkatan Udara dan Angkatan Laut Iran.

Serangan diarahkan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan, termasuk Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab yang dikenal sebagai salah satu pusat komando udara utama Amerika di kawasan Teluk.

Selain itu, sejumlah target strategis di wilayah Palestina yang diduduki juga dilaporkan menjadi sasaran operasi militer tersebut. Sumber militer Iran menyebut peluncuran rudal dan drone berlangsung secara berkelanjutan sepanjang hari dengan beberapa gelombang serangan yang dilaksanakan secara bertahap.

Iran Tegaskan Tidak Menargetkan Negara Tetangga

Di tengah operasi militer yang terus berlangsung, pemerintah Iran menegaskan tidak ada serangan yang diarahkan kepada negara-negara tetangga. Pernyataan tersebut disampaikan oleh kepresidenan Iran, kementerian luar negeri, serta pimpinan militer Iran yang menekankan komitmen menjaga hubungan baik dengan negara-negara kawasan.

Iran menyebut negara-negara tetangga sebagai pihak yang memiliki hubungan persaudaraan dengan Republik Islam. Namun, pejabat Iran memperingatkan bahwa penggunaan wilayah, ruang udara, atau perairan negara tetangga untuk melancarkan serangan terhadap Iran akan memicu respons militer.

Dalam kondisi tersebut, sasaran operasi akan diarahkan kepada pangkalan militer Amerika Serikat serta fasilitas yang digunakan dalam operasi terhadap Iran.

Komitmen Hindari Target Sipil

Pemerintah Iran juga menegaskan bahwa operasi militer dilakukan berdasarkan informasi intelijen mengenai fasilitas militer yang terkait dengan serangan terhadap Iran. Pejabat Iran menegaskan komitmen untuk menghindari target sipil, termasuk bandara dan pesawat sipil.

Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, setiap pelanggaran terhadap garis merah tersebut akan mendapat respons yang sepadan.

Perkembangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang disebut Iran sebagai respons terhadap serangan Amerika Serikat terhadap wilayahnya, dengan operasi militer yang dilaksanakan dalam kerangka strategi pertahanan yang telah ditetapkan.[]