Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Iran Eksekusi Agen Mossad Terkait Pengiriman Data Sensitif

Published

on

Koorosh Keivani bekerja sebagai agen badan intelijen Israel, Mossad (Foto: Press TV)

Ahlulbait Indonesia | 18 Maret 2026 — Otoritas peradilan Iran mengeksekusi seorang pria bernama Koorosh Keivani yang bekerja sebagai agen badan intelijen Israel, Mossad, atas tuduhan mengirim informasi sensitif terkait lokasi keamanan di Iran.

Laporan Press TV pada Rabu, (18/3/26), menyebut eksekusi dilakukan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap. Mahkamah Agung Iran dalam pernyataan resminya menyatakan proses hukum telah dijalankan sesuai prosedur yang berlaku.

Keivani ditangkap oleh IRGC pada Juni 2025 di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Saat penangkapan, aparat menyita sejumlah barang, termasuk kendaraan dan perangkat yang digunakan untuk aktivitas intelijen.

Menurut pernyataan otoritas Iran, Keivani diduga mengirim foto dan video dari lokasi yang dikategorikan sebagai objek keamanan penting kepada pihak Israel.

Rekrutmen dan Aktivitas di Eropa

Otoritas Iran menyebut Keivani direkrut di Swedia pada 2023 oleh seseorang yang diidentifikasi sebagai agen Mossad dengan nama samaran “Ben”.

Setelah perekrutan, Keivani dilaporkan melakukan perjalanan ke beberapa negara Eropa dan menerima pembayaran dalam jumlah besar. Ia juga disebut sempat berada di Tel Aviv selama dua pekan untuk menerima pelatihan terkait pengumpulan informasi visual dari lokasi strategis.

Pengadilan menjatuhkan hukuman mati berdasarkan sejumlah bukti yang diklaim diperoleh selama penyelidikan.

Bukti tersebut mencakup pengakuan terdakwa, data komunikasi elektronik, serta perangkat yang disebut sebagai alat pendukung kegiatan intelijen. []