Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Ini Enam Syarat Iran untuk Mengakhiri Perang

Published

on

Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei. (Dok. Press TV)

Ahlulbait Indonesia | 22 Maret 2026 —Seorang pejabat senior politik dan keamanan Republik Islam Iran mengungkap enam syarat yang ditetapkan Teheran untuk menghentikan perang, sekaligus menegaskan kendali penuh atas wilayah udara lawan.

Dalam keterangan kepada Al Mayadeen pada Minggu (22/3/2026), pejabat tersebut menyebut sejumlah pihak dan mediator regional telah menyampaikan usulan penghentian konflik. Teheran menetapkan syarat yang dinilai harus ditanggapi secara serius dalam kerangka strategi baru.

Pejabat tersebut merinci enam syarat utama. Pertama, jaminan perang tidak akan terulang. Kedua, penutupan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan. Ketiga, pembayaran ganti rugi kepada Iran oleh pihak yang disebut sebagai agresor. Keempat, penghentian perang di seluruh lini kawasan.

Syarat kelima mencakup penerapan rezim hukum baru di Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi global yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia setiap hari. Syarat ini menegaskan Iran ingin mengubah aturan main di salah satu jalur energi paling vital dunia tersebut, yang selama ini menjadi titik kunci stabilitas pasokan energi internasional.

Syarat keenam berkaitan dengan langkah penindakan terhadap pihak media yang dinilai memusuhi Iran.

“Kami menerapkan rencana yang telah disiapkan sebelumnya dengan kesabaran strategis yang tinggi,” kata pejabat tersebut.

Ia menambahkan rencana tersebut telah disusun beberapa bulan sebelumnya dan dijalankan secara bertahap.

Pejabat tersebut menyatakan Iran telah menguasai wilayah udara lawan. “Iran sekarang memiliki kendali penuh atas wilayah udara musuh setelah menghancurkan infrastruktur pertahanan udaranya,” ujarnya.

Menurutnya, capaian militer tersebut membuat peluang gencatan senjata dalam waktu dekat belum terlihat. “Dengan kendali militer yang telah dicapai ini, Iran tidak melihat prospek gencatan senjata dalam waktu dekat,” katanya.

Ia juga menegaskan arah kebijakan Teheran ke depan. “Iran akan melanjutkan kebijakan menghukum agresor sampai pelajaran bersejarah diberikan kepada agresi Amerika-Zionis dan kepada Presiden AS Donald Trump,” ujarnya. []