Internasional
Dewan Kepemimpinan Iran Bersidang, Majelis Ahli Segera Pilih Pemimpin Baru
Ahlulbait Indonesia | 6 Maret 2026 — Dewan Kepemimpinan Sementara Iran menggelar rapat keempat untuk mempersiapkan pembentukan Majelis Ahli Kepemimpinan yang akan memilih pemimpin baru negara, sementara para pejabat tinggi Iran menegaskan sikap keras terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah eskalasi konflik.
Menurut laporan kantor berita IRNA pada Jumat (6/3/2026), pertemuan tersebut membahas langkah-langkah menuju pembentukan Majelis Ahli Kepemimpinan yang memiliki kewenangan konstitusional untuk memilih pemimpin berikutnya bagi Republik Islam Iran.
Dalam pernyataannya, Dewan Kepemimpinan Sementara juga menanggapi komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai masa depan kepemimpinan Iran. Dewan tersebut menilai pernyataan Trump sebagai tidak berdasar, serta menegaskan bahwa rakyat Iran akan memaksa musuh Amerika–Zionis bertekuk lutut melalui perlawanan dan keteguhan mereka.
Dalam rapat tersebut, Sekretaris Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran Ali Larijani turut menyampaikan laporan mengenai perkembangan terbaru perang. Pertemuan itu juga menghasilkan sejumlah keputusan untuk memperkuat dan mendukung angkatan bersenjata Iran.
Baca juga : Iran Corner FISIP UB: Perang Timur Tengah Dipicu Serangan AS-Israel
Sebelumnya, Larijani mengumumkan bahwa sesuai dengan konstitusi, sebuah Dewan Kepemimpinan sementara telah dibentuk untuk menjalankan tugas pemimpin negara hingga terpilih penggantinya.
Dewan tersebut terdiri dari:
1. Ketua Lembaga Peradilan Iran Gholam Hossein Mohseni Ejei
2. Presiden Iran Masoud Pezeshkian
3. Ulama senior, Ayatullah Ali Reza Arafi
Qalibaf: Orang Berakal Tidak Akan Masuk ke Pembantaian Ini
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf dalam unggahannya di platform X menyatakan bahwa Amerika Serikat mempertaruhkan seluruh kemampuannya untuk membela entitas Israel.
Ia menegaskan bahwa “siapa pun yang memiliki akal sehat tidak akan masuk ke dalam pembantaian ini.”
Qalibaf juga memperingatkan bahwa jika pihak yang ia sebut sebagai kelompok separatis yang tidak berarti itu terus melakukan tindakan ceroboh, maka mereka akan kembali berakhir di “tong sampah sejarah.” [HMP]
Baca juga : Eskalasi Lebanon–Israel: Hizbullah Serukan Evakuasi Pemukim Israel di Wilayah Perbatasan
