Internasional
China Ingatkan Trump: Jangan Campuri Urusan Internal Iran
Ahlulbait Indonesia | 11 Maret 2026 — Pemerintah China mengingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar menghormati prinsip non-intervensi dalam hubungan internasional setelah muncul komentar terkait pemilihan Pemimpin Tertinggi baru Iran.
Melansir laporan Al Alam pada Selasa (11/3/2026), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menegaskan pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran merupakan urusan internal negara tersebut sesuai konstitusi nasional.
“Tidak mencampuri urusan dalam negeri merupakan prinsip dasar dalam hubungan internasional,” kata Guo Jiakun.
Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas komentar Trump yang sebelumnya yang menyebut memiliki “alternatif” untuk posisi Pemimpin Tertinggi baru Iran, Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei.
Trump Klaim Punya “Alternatif”
Trump sebelumnya menyatakan memiliki sosok yang dapat menggantikan Ayatullah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Pernyataan tersebut tidak disertai penjelasan mengenai identitas tokoh yang dimaksud.
Pada Senin (10/3), Trump juga menyampaikan rasa kecewa atas terpilihnya Ayatullah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin baru Revolusi Islam Iran.
Ayatullah Mojtaba Khamenei Terpilih sebagai Pemimpin Iran
Pemilihan tersebut berlangsung setelah syahidnya Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei pada 28 Februari akibat serangan Israel dan Amerika Serikat. Majelis Khobregan (Dewan Pakar) pada 9 Maret kemudian memilih Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran.
Keputusan tersebut menjadikan Ayatullah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin ketiga Iran sejak berdirinya Republik Islam pada 1979. []
