Internasional
Brigade Al-Qassam: Iran Garis Pertahanan Terdepan Umat Islam
Ahlulbait Indonesia | 22 Maret 2026 — Juru Bicara Militer Brigade al-Qassam, Abu Ubaida, menyatakan serangan yang menewaskan dan melukai puluhan orang di wilayah pendudukan merupakan respons atas eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Dalam pernyataan pada Minggu (22/3/2026) yang dikutip Al Mayadeen, Abu Ubaida menegaskan serangan tersebut terkait dengan agresi terhadap Iran serta situasi di Gaza.
“Kami menganggap serangan kualitatif yang menewaskan dan melukai puluhan orang sebagai respons wajar terhadap agresi Zionis-Amerika terhadap Iran dan sebagai respons terhadap pembantaian genosida terhadap rakyat Palestina kami di Gaza,” ujarnya.
Ia juga menyoroti dukungan terhadap langkah militer Garda Revolusi Islam (IRGC). “Kami memandang dengan penuh kebanggaan serangan rudal dahsyat yang dilakukan oleh Garda Revolusi malam ini, jauh di dalam wilayah musuh yang kriminal,” kata Abu Ubaida.
Seruan persatuan juga disampaikan dalam pernyataan tersebut. “Kami memperbarui seruan kami kepada seluruh rakyat bangsa kami untuk bersatu melawan musuh sejati kami, dan untuk bekerja sama demi tujuan utama kami, yang terpenting di antaranya adalah pembebasan Palestina,” ujarnya.
Dalam pernyataan yang sama, Abu Ubaida menyebut Republik Islam Iran sebagai bagian penting dalam dinamika konflik kawasan. “Republik Islam saat ini merupakan garis pertahanan terdepan bagi seluruh umat Islam, dan para agresor tidak akan berhasil mematahkan kehendak rakyat merdeka dan pemilik sah tanah ini,” katanya.
Ia juga menilai tekanan militer diperlukan untuk menghentikan konflik. “Musuh Zionis ini hanya memahami bahasa kekerasan, harga yang mahal, dan pembalasan yang setimpal. Ini akan memaksa mereka untuk menghentikan agresinya,” ujarnya.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, dengan berbagai klaim serangan yang saling dilaporkan oleh pihak-pihak yang terlibat.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel maupun Amerika Serikat terkait pernyataan tersebut. []
