Internasional
Bantuan Masuk ke Gaza Hanya ‘Tetes Demi Tetes’
Ahlulbait Indonesia | 25 Februari 2026 – Jalur Gaza kembali berada di titik kritis. Bantuan kemanusiaan disebut hanya masuk “setetes demi setetes”, sementara serangan udara, kerusakan infrastruktur, dan cuaca ekstrem memperburuk kondisi warga sipil.
Mahmoud Basal, juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, menyampaikan situasi darurat masih berlangsung. Perang belum benar-benar berhenti, hanya bentuk tekanannya yang berubah. Warga kini bertahan di tengah kehancuran fasilitas publik dan keterbatasan logistik.
“Bantuan disalurkan secara setetes demi setetes,” kata Basal, dikutip Tasnim. Pos pemeriksaan disebut hanya beroperasi sekitar 40 persen dari kapasitas. Bantuan yang masuk baru mencapai 43 persen dari total kebutuhan kemanusiaan.
Tekanan tidak hanya datang dari blokade dan serangan. Hujan deras dalam beberapa hari terakhir memperparah kondisi pengungsi. Ribuan tenda terendam. Penyakit mulai merebak. Basal menyebut hujan satu jam saja cukup untuk menggenangi banyak lokasi pengungsian.
Baca juga : Ketegangan di Kampus Iran, Media Nasional Soroti Peran Kementerian Sains
Wali Kota Gaza, yang juga berbicara sehari sebelumnya, menggambarkan situasi tetap dalam status perang. Distribusi bantuan melalui pos pemeriksaan dinilai masih berada dalam kontrol ketat.
“Masuknya tenda dan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza telah melambat secara drastis,” ujarnya.
Lebih dari empat bulan setelah gencatan senjata berlaku, pelanggaran disebut masih terjadi. Serangan udara dilaporkan meningkat dalam sepekan terakhir. Blokade ketat tetap diterapkan.
Sumber medis di Gaza juga memperingatkan potensi penutupan mendadak Rumah Sakit Syuhada al-Aqsa di wilayah tengah. Jika fasilitas tersebut berhenti beroperasi, ribuan warga berisiko kehilangan akses layanan kesehatan darurat.
Situasi di Gaza kini bergerak dalam pola berulang: bantuan terbatas, cuaca ekstrem, infrastruktur runtuh, layanan medis terancam. Di tengah tekanan berlapis, warga sipil kembali menjadi pihak paling rentan. [HMP/ABI]
Baca juga : Tepi Barat di Titik Balik Pendudukan
