Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Ayatullah Mojtaba Khamenei: Rakyat Iran Menanam Benih Harapan untuk Mengenang Para Syuhada

Published

on

Ayatullah Mojtaba Khamenei Resmi Menjadi Pemimpin Tertinggi Iran, Kedubes Iran Tegaskan Hak Bela Diri
Rakyat Iran bersama Pemimpin Revolusi bertekad membangun negerinya kembali. (Foto: Tasnimnews)

Ahlulbait Indonesia | 2 April 2026 —Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei, menyerukan mobilisasi nasional untuk membangun kembali negeri yang rusak akibat agresi Amerika Serikat dan Israel, sembari menegaskan pentingnya menyiapkan “masa depan cerah” bagi Iran di tengah tekanan perang.

Mengutip Press TV, seruan tersebut disampaikan dalam pesan resmi yang dirilis Rabu, (1/4/26) bertepatan dengan Hari Republik Islam dan Hari Alam Nasional, dua momentum yang tahun ini dimaknai sebagai ketahanan, duka, dan rekonstruksi.

Dalam pesannya, Ayatullah Khamenei menegaskan agresi AS-Israel tidak hanya menyasar manusia, tetapi juga ruang hidup dan lingkungan alam negara itu.

“Pada saat musuh Amerika dan Zionis yang keji dan tanpa ampun tidak mengenal batas kemanusiaan, moral, maupun eksistensial dalam kebiadabannya, dan bahkan telah menyerang serta merusak ruang alam dan lingkungan tanah air tercinta kita, maka setiap upaya untuk memperluas pembangunan dan membangun masa depan cerah Iran adalah sesuatu yang layak dan perlu,” demikian isi pesan tersebut.

Ayatullah Khamenei menyebut rakyat Iran telah melewati peringatan musim semi tahun ini dengan keteguhan yang tidak runtuh oleh tekanan militer. “Bangsa Iran yang heroik telah menyatukan perayaan Nowruz tahun ini dengan tekad dan kehormatan yang luar biasa,” tulisnya.

Salah satu bagian paling keras dalam pesan tersebut menyinggung serangan terhadap sekolah perempuan di Kota Minab, Iran selatan, yang menewaskan 186 orang. Ayatullah Khamenei menyebut serangan itu sebagai bukti kebrutalan agresi yang, menurutnya, telah melampaui semua batas. “Para iblis Amerika dan Zionis yang kejam dan pembunuh anak-anak itu dengan brutal membunuh para murid muda di sekolah tersebut,” kata Ayatullah Khamenei.

Di tengah suasana berkabung itu, Ayatullah Khamenei juga mendorong warga di seluruh kota dan desa untuk ikut dalam gerakan penanaman pohon terkordinasi yang berlangsung dari Hari Alam hingga akhir musim semi.

“Namun bangsa Iran, untuk menghormati semua syuhada, terutama syuhada perang yang sedang berlangsung, menanam tunas harapan di seluruh negeri, agar setiap tunas ini, di tahun-tahun mendatang, dapat tumbuh menjadi pohon yang diberkati dan berbuah lebat,” tulisnya.

Tanggal 1 April di Iran diperingati sebagai Hari Republik Islam, menandai referendum 1979 yang mengakhiri monarki Pahlavi yang didukung Barat. Tahun ini, peringatan itu beririsan dengan Hari Alam Nasional, penutup rangkaian Nowruz selama 13 hari.

Pesan Ayatullah Khamenei bergerak di dua jalur yang jelas, memperkuat daya tahan nasional dan menggeser duka perang menjadi energi pembangunan.

Di titik ini, Teheran mengirim sinyal tegas. Agresi bisa meninggalkan luka, tetapi tidak cukup untuk menghentikan arah negara. []