Internasional
Ayatullah Makarem Shirazi: Musuh Akan Menyesal Seperti pada Perang Iran–Irak
Ahlulbait Indonesia | 4 Maret 2026 – Ulama senior Iran, Ayatullah Naser Makarem Shirazi, menyatakan musuh akan menyesali tindakan mereka, seperti yang terjadi pada masa Perang Iran–Irak. Pernyataan tersebut disampaikan dalam video yang dirilis kantornya dan dikutip Kantor Berita Tasnim News Agency, Rabu (4/3/2026).
Dalam pesannya kepada rakyat Iran itu, Ayatullah Naser Makarem Shirazi mengingatkan situasi pada awal Revolusi Islam ketika negara berada dalam kekacauan dan struktur pertahanan belum terbentuk secara efektif. Situasi tersebut, menurutnya, mendorong lawan mengambil langkah militer.
Ayatullah Makarem mengatakan: “Pada awal Revolusi Islam, seluruh negeri berada dalam kekacauan. Kondisi saat itu sedemikian rupa sehingga tidak ada Angkatan Bersenjata yang terorganisasi maupun kepolisian yang efektif”. Karena itu menurutnya, musuh merasa inilah saat yang tepat untuk melancarkan pukulan besar.
Dilanjutkannya, musuh menghasut Irak saat itu dan mengatakan bahwa senjata apa pun yang dibutuhkan akan disediakan untuk Irak, karena Iran berada dalam kondisi lemah dan tidak mampu memberikan respons. Para perwira Irak mempercayai hal tersebut dan melancarkan serangan. Salah satu perwira bahkan tiba di Khorramshahr dan berkata bahwa “besok kami sudah berada di Teheran,” dengan keyakinan bahwa negara ini akan segera runtuh. Namun “besok” yang mereka bayangkan berubah menjadi delapan tahun, dan mereka tidak mampu mencapai tujuan mereka hingga akhirnya mengalami kekalahan.
Ayatullah Makarem Shirazi lebih lanjut menilai kondisi saat ini lebih baik dibanding masa awal Perang yang Dipaksakan (Perang Iran–Irak). Beliau menegaskan, para pejuang kami secara berkelanjutan menghantam musuh dan telah membuat mereka terpuruk. Kami berharap segera membuat mereka menyesal, dan mereka pasti akan menyesal. Semua harus tetap tenang secara jiwa dan hati, serta yakin bahwa dengan pertolongan Imam Zaman kemenangan akan diraih. Mereka telah melakukan kesalahan, sebagaimana pada kesempatan pertama ketika memulai dengan kekeliruan dan pada akhirnya memohon agar gencatan senjata diterima.
Marja taklid tersebut, dengan merujuk pada kekuatan Angkatan Bersenjata, menyatakan bahwa dengan kekuatan ini tidak ada kekhawatiran terhadap masa depan dan terdapat keyakinan penuh bahwa musuh akan dikalahkan. Sebagaimana disampaikan oleh pemimpin revolusi yang gugur syahid, mereka akan menyesali tindakan yang telah dilakukan.
Di akhir pernyataannya, Ayatullah Makarem Shirazi menekankan pentingnya doa oleh masyarakat. Dan mengatakan bahwa dirinya selalu berdoa dan doa harus terus dipanjatkan, namun pada saat yang sama pasukan di lapangan juga harus menjalankan tugas mereka. [HMP/ABI]
