Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Ansarullah Peringatkan Saudi–UEA: Tutup Pangkalan AS atau Hadapi Risiko Perang

Published

on

Anggota biro politik Ansarullah, Mohammed al-Farah Foto: Press TV)

Ahlulbait Indonesia | 19 Maret 2026 — Ansarullah meningkatkan tekanan terhadap Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) dengan menyerukan penutupan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Seruan ini disertai peringatan bahwa keberadaan pasukan AS tidak akan memberikan perlindungan di tengah eskalasi konflik regional.

Anggota biro politik Ansarullah, Mohammed al-Farah, menyatakan keberadaan militer Amerika justru memperbesar risiko serangan. “Pasukan ini tidak akan melindungi Anda,” tulisnya di platform X, Kamis (19/3/2026).

Al-Farah mendesak Riyadh dan Abu Dhabi segera keluar dari poros Amerika–Israel dan menghentikan keterlibatan dalam dinamika konflik yang dinilai memperburuk situasi kawasan. Ia menilai langkah paling cepat untuk meredam eskalasi adalah menutup pangkalan militer AS serta aktivitas intelijen di wilayah Teluk.

“Cara tercepat untuk menghindari perang dan melindungi fasilitas minyak adalah dengan menutup pangkalan Amerika dan markas Mossad,” ujarnya.

Seruan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Ansarullah juga meminta penutupan wilayah udara Teluk bagi pesawat Amerika dan Israel yang melakukan operasi terhadap Iran.

Al-Farah turut menyinggung posisi Arab Saudi dalam konflik Yaman selama satu dekade terakhir. Ia menilai pernyataan Riyadh terkait larangan agresi terhadap negara tetangga tidak sejalan dengan realitas di lapangan.

“Yang terjadi bukan menargetkan Israel, melainkan agresi terhadap negara-negara tetangga Muslim,” katanya.

Di sisi lain, Iran terus melanjutkan respons militernya terhadap serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Target operasi mencakup pangkalan militer di kawasan serta wilayah pendudukan, sebagai bagian dari balasan atas rangkaian serangan sejak akhir Februari yang dilaporkan menyasar infrastruktur sipil dan sumber daya vital. []