Daerah
DPP ABI Diskusi Kehumasan dan Pengkaderan: Tanggung Jawab Jadi Ruh Pergerakan
Samarinda, 13 Februari 2026 – Departemen Humas, Media dan Penerangan (HMP) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ahlulbait Indonesia (ABI) menggelar diskusi strategis dengan Departemen HMP Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ABI Kalimantan Timur, Kamis petang (12/2), di Pondok Khitan Duafa Kalimantan Timur, Jalan Bung Tomo, Samarinda.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh akrab ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga forum mendalam membahas penguatan pengkaderan dan peran kehumasan dalam pergerakan organisasi.
Ketua HMP DPP ABI, Ust. Mukhlisin Turkan, hadir langsung dan disambut Ketua HMP DPW ABI Kaltim, H. Muhammad Saleng, bersama Ketua DPD ABI Kota Samarinda, pengurus DPW, serta Ketua PIMWIL PANDU Kaltim. Meski dikemas santai, diskusi berlangsung serius dengan pembahasan substansial.
Dalam arahannya, Ust. Mukhlisin menekankan pengkaderan sebagai fondasi keberlangsungan organisasi. “Proses kaderisasi tak bisa dilepaskan dari peran guru atau asatid. Apa yang diajarkan guru akan membentuk karakter murid. Maka kualitas pengkaderan sangat tergantung pada kualitas pendidiknya,” ujarnya.
Baca juga : Ketua HMP DPP ABI Sambangi Samarinda, Tekankan Kesiapan Spiritual Umat
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa inti terdalam pengkaderan adalah tanggung jawab. Dalam perspektif Islam, tanggung jawab berangkat dari kesadaran taklif, yakni kesadaran atas amanah yang dibebankan kepada setiap individu. “Taklif adalah modal terkuat dalam pergerakan. Ketika seseorang bergerak atas dasar kesadaran dan tanggung jawab, sekecil apa pun kontribusinya bernilai besar di sisi Allah,” jelasnya.
Ust. Mukhlisin menekankan bahwa setiap amal dan kontribusi tidak luput dari perhatian Ilahi. Ia mencontohkan keteladanan tiga nabi—Nabi Daud AS, Nabi Yusuf AS, dan Nabi Muhammad SAW—dengan karakter dan gaya kepemimpinan berbeda. Metode sosial Rasulullah SAW, menurutnya, adalah cara terbaik dalam rekrutmen dan pengkaderan: menyentuh masyarakat langsung, membangun kepercayaan publik, dan menghadirkan manfaat nyata.
Diskusi juga menyoroti pentingnya silaturahmi dengan tokoh agama, kiai, dan elemen masyarakat sebagai kunci terbukanya pintu kebaikan dan kemudahan pelaksanaan program organisasi. Tak kalah penting, ia menekankan perlunya kontrol, evaluasi, dan monitoring terhadap setiap program agar organisasi sehat dan berkelanjutan.
Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi peserta. Selain mempererat hubungan struktural antara DPP, DPW, dan DPD, diskusi mempertegas arah gerak ABI dalam memperkuat kaderisasi dan kehumasan. Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab, ABI Kaltim diharapkan terus berkontribusi bagi umat dan bangsa, serta menghadirkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan bermasyarakat. [Nugraha]
Baca juga : Muslimah ABI Kutai Kartanegara Laporkan Keberadaan Organisasi ke Kesbangpol
