Daerah
DPD ABI dan PCNU Kota Probolinggo Sepakat Perkuat Persatuan Umat

PROBOLINGGO, Jumat 9 Oktober 2026 — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo membuka peluang kerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah Ahlulbait Indonesia (DPD ABI) Kota Probolinggo untuk memperkuat persaudaraan umat Islam dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi kedua organisasi di Kantor PCNU Kota Probolinggo, Jalan Bengawan Solo Nomor 1, Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Kamis (8/10/2026). Pertemuan yang berlangsung selama tiga jam itu menjadi ruang dialog untuk membangun pemahaman bersama di tengah perbedaan pandangan keagamaan.
Rombongan DPD ABI Kota Probolinggo dipimpin Ketua Achmad Ghufron, didampingi Wakil Ketua Ali Zainal Abidin, Bendahara M. Kholik, serta pengurus divisi Hubungan Masyarakat, Media dan Penerangan (HMP), Miqdad Bafagih, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Sodik.

Mereka diterima Ketua PCNU Kota Probolinggo H. Arba’i Hasan bersama Wakil Ketua PCNU Bidang Badan Otonom (Banom), Ahmad Fais.
Dalam dialog tersebut, Arba’i menegaskan bahwa perbedaan merupakan bagian dari ketetapan Tuhan yang semestinya disikapi dengan bijaksana, bukan dijadikan alasan untuk membangun permusuhan.
Menurutnya, umat Islam perlu mengembangkan sikap saling menerima dan hidup berdampingan secara damai, baik di tengah perbedaan internal maupun dalam hubungan dengan pemeluk agama lain.
“Apabila Allah berkehendak, niscaya mudah bagi-Nya menyeragamkan semua ciptaan-Nya. Namun keberagaman ini adalah bukti bahwa perbedaan itu sunatullah. Sudah seyogianya kita menerima perbedaan ini, baik di internal umat Islam maupun dengan non-Muslim, dan hidup bersama secara damai,” ujar Arba’i.
Ia juga mengingatkan bahaya sikap merasa paling benar yang berujung pada tindakan mengafirkan sesama Muslim. Sikap tersebut, menurutnya, bertentangan dengan semangat dakwah yang mengedepankan kasih sayang sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.
PCNU Buka Peluang Kerja Sama
Peluang kolaborasi menjadi salah satu pembahasan penting dalam pertemuan tersebut. Ketua DPD ABI Kota Probolinggo Achmad Ghufron menanyakan kemungkinan keterlibatan ABI dalam berbagai kegiatan PCNU pada masa mendatang.
Menanggapi hal itu, Arba’i menyatakan bahwa PCNU terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai kalangan demi kepentingan masyarakat.
“Gereja saja kalau hari Natal kita bantu jaga, masa dengan sesama umat Islam kita menolak bekerja sama? Ini adalah kunjungan awal yang baik dari teman-teman ABI. Tentu ke depannya kami siap untuk menindaklanjuti pertemuan kita hari ini,” kata Arba’i.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya membangun hubungan antarkelompok melalui keterbukaan dan kerja sama nyata, bukan membiarkan perbedaan berkembang menjadi sekat sosial.
Ghufron menyambut baik penerimaan PCNU Kota Probolinggo. Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi, tetapi berlanjut menjadi kegiatan bersama yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami diterima dalam suasana kekeluargaan yang hangat. Kami akan berupaya memastikan adanya tindak lanjut konkret setelah pertemuan ini,” ujar Ghufron.
Dialog untuk Mengikis Prasangka
Suasana kekeluargaan juga terlihat ketika para pengurus dari kedua organisasi bersama-sama melantunkan kasidah Ya Rasulullah Salamun ‘Alaik. Momen tersebut menjadi salah satu bagian penting dari pertemuan yang berlangsung pukul 09.30 hingga 12.30 WIB.
Pada akhir pertemuan, Arba’i mengapresiasi inisiatif DPD ABI yang membuka ruang komunikasi secara langsung dengan PCNU. Ia menilai pertemuan tatap muka dan dialog menjadi cara penting untuk mengurangi prasangka, memperluas pemahaman, serta membangun kedekatan antarkelompok.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan antara kalangan Sunni dan Syiah di Kota Probolinggo. Melalui komunikasi yang terbuka dan kerja sama dalam kegiatan kemasyarakatan, kedua pihak berpeluang membangun persaudaraan yang tidak berhenti pada wacana, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.

