Daerah
ABI Jateng Perkuat Konsolidasi di Tengah Sorotan Isu Iran
Semarang, 5 April 2026 — Dewan Pimpinan Wilayah Ahlulbait Indonesia (DPW ABI) Jawa Tengah mendorong penguatan konsolidasi internal dan perluasan komunikasi publik di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap isu Iran dan komunitas Syiah.
Sikap tersebut mengemuka dalam agenda Halal Bihalal keluarga besar ABI Jawa Tengah yang digelar di Huseiniyah Al Mahdi, Semarang, Ahad (5/4/2026), dengan melibatkan jajaran pengurus wilayah serta perwakilan pengurus daerah dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Forum itu dihadiri perwakilan DPD ABI dari Jepara, Demak, Kota Semarang, Kendal, Kota Pekalongan, Tegal, Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, Pemalang, dan Salatiga.

Ketua DPW ABI Jawa Tengah, Sayyid Mustofa Jufri, menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi di tingkat daerah agar seluruh perangkat organisasi mampu bekerja lebih efektif dalam menjalankan agenda kelembagaan.
Dia juga meminta fungsi kehumasan diperkuat untuk membangun komunikasi yang lebih aktif dengan pihak eksternal, termasuk lembaga pemerintah, tokoh lintas organisasi Islam, dan unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), guna memperluas pemahaman publik mengenai ABI dan Syiah.
Menurutnya, penguatan komunikasi eksternal menjadi penting di tengah masih beredarnya informasi yang dinilai tidak akurat dan cenderung mendistorsi persepsi publik terhadap komunitas Syiah.
Dalam sambutannya, dia juga menyinggung kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, ke Solo dan pertemuannya dengan komunitas Syiah di kota tersebut. Dari pertemuan itu, Sayyid Mustofa menyoroti pentingnya penyampaian informasi yang benar kepada masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan keagamaan.
“Taklif kita saat ini adalah memberikan pencerahan dan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat,” katanya.
Sayyid Mustofa juga mengutip pesan yang disampaikan Boroujerdi dengan merujuk firman Allah, “Dan persiapkan dari kekuatan kalian untuk menghadapi musuh.” Dalam konteks saat ini, pesan tersebut dimaknai sebagai dorongan untuk memperkuat Jihad Tabyin, yakni upaya klarifikasi dan edukasi publik.
Sayyid Mustofa menilai momentum saat ini perlu dimanfaatkan secara cermat, terutama ketika isu Iran dan Syiah tengah mendapat sorotan yang lebih luas di ruang publik.
“Jangan sampai terlambat memanfaatkan momentum di saat publik saat ini sedang berpihak kepada Iran dan Syiah. Manfaatkan untuk merangkul lebih banyak elemen pemerintahan sebelum mereka dikontaminasi oleh pihak-pihak anti-Syiah,” ujarnya.
Selain menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi internal untuk membahas perkembangan program dan tantangan organisasi di sejumlah daerah. []
