Ikuti Kami Di Medsos

Kegiatan ABI

Muslimah ABI Pasuruan Kolaborasi dengan IKMAL, MI Camp, dan SD Mutiara Ilmu Gelar Tarbiyah Ramadhan 1447 H

Published

on

Pasuruan, 23 Februari 2026 — Pimpinan Cabang Muslimah Ahlulbait Indonesia (ABI) Kabupaten Pasuruan berkolaborasi dengan IKMAL, MI Camp, dan SD Mutiara Ilmu Bangil menggelar Program Tarbiyah Ramadhan 1447 H selama tiga hari, Jumat (20/2) hingga Minggu (22/2) 2026. Kegiatan diikuti 75 peserta tingkat SD hingga SMP dengan rentang usia mulai 9 tahun.

Program berlangsung di dua lokasi utama, SD Mutiara Ilmu Bangil dan MI Camp. Rangkaian kegiatan disusun untuk memaksimalkan pemanfaatan Ramadhan melalui pendekatan edukatif dan spiritual. Peserta datang dari sejumlah daerah, antara lain Malang, Pasuruan, Surabaya, Sidoarjo, dan Bangil. Keikutsertaan lintas daerah memperlihatkan tingginya minat terhadap program pembinaan Ramadhan berbasis komunitas.

Selama pelaksanaan, peserta menjalani pembiasaan ibadah secara terstruktur. Agenda harian meliputi tadarus Al-Qur’an, shalat berjamaah, doa bersama, serta penguatan adab keseharian. Pendekatan praktik dipadukan dengan sesi kelas tematik untuk membangun pemahaman yang kontekstual dan sesuai usia peserta.

Materi disampaikan oleh pendidik dengan latar belakang keilmuan beragam. Fikih Gen Z dibawakan Ustadzah Aminah Yahya dengan penekanan pada praktik ibadah generasi muda. Filsafat Kids oleh Ustadzah Suroya Zainal mengajak peserta berpikir kritis sejak dini. Mental Toughness oleh Ustadzah Rabiatul Adawiyah menitikberatkan pada daya tahan karakter. Emotional Intelligence oleh Ustadzah Zainab Bahresa membahas pengelolaan emosi dalam interaksi sosial. Mahdiisme oleh Ustadzah Rizka Alidrus memperkenalkan perspektif akidah secara bertahap.

Materi lain meliputi Ayat-Ayat Tematik tentang Ahlul Bait oleh Ustadzah Fathimah Bamuqaddam serta Optimalisasi Wudhu dan Shalat oleh Ustadz Ali Imran bersama Ustadzah Laili Aflahil Yaumi. Seluruh sesi dirancang aplikatif sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mempraktikkan langsung.

Koordinator program Ustadzah Rabiatul Adawiyah menjelaskan tema “Ramadhan Latihan Dzuhur Tujuan” dipilih sebagai arah pembinaan. Fokus program tidak berhenti pada peningkatan ibadah personal, tetapi juga membangun kesadaran tanggung jawab sosial sejak usia dini.

“Ramadhan menjadi ruang latihan membentuk kebiasaan ibadah, memperkuat ilmu, serta menyiapkan generasi yang siap berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Ustadzah Rabiatul dalam sambutan pembukaan.

Model kegiatan menekankan kolaborasi lembaga pendidikan, keluarga, dan komunitas. Pendekatan ini dinilai efektif untuk membentuk ekosistem pembelajaran yang konsisten, terutama pada momentum Ramadhan yang sarat nilai pembinaan diri.

Respon peserta dan orang tua menunjukkan apresiasi positif. Program dinilai memberi pengalaman belajar yang bermanfaat, terarah, dan menyenangkan. Anak memperoleh ruang belajar agama sekaligus penguatan karakter, sementara orang tua mendapatkan dukungan pembinaan yang sistematis selama bulan suci.

Pelaksanaan Tarbiyah Ramadhan 1447 H juga memperlihatkan potensi pengembangan program serupa secara berkelanjutan. Kolaborasi antar lembaga membuka peluang lahirnya agenda pendidikan komunitas yang lebih luas dan terstruktur pada masa mendatang. [Muslimah ABI]