Kegiatan ABI
Litbang DPP ABI Perdalam Data Kehidupan Beragama Komunitas Ahlul Bait di Sulawesi Selatan

Makassar, 5 Oktober 2026 — Sebanyak 440 responden dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan berpartisipasi dalam Survei Data Dasar Kehidupan Beragama Komunitas Ahlul Bait Indonesia Tahun 2026. Tingginya partisipasi tersebut menjadi salah satu alasan Departemen Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Dewan Pimpinan Pusat Ahlulbait Indonesia (DPP ABI) melakukan pendalaman kualitatif terhadap hasil survei melalui Focus Group Discussion (FGD) di Makassar, Sabtu (3/10/2026).
Baca juga: Litbang DPP ABI Kembangkan Repositori Ilmiah untuk Perkuat Ekosistem Riset Ahlul Bait Indonesia
FGD Pendalaman Kualitatif atas hasil survei tersebut digelar Litbang DPP ABI bersama DPW ABI Sulawesi Selatan di Sekretariat DPW ABI Sulawesi Selatan, pukul 13.00 hingga 17.00 WITA. Sekitar 30 peserta hadir dalam kegiatan itu, terdiri atas unsur DPW ABI Sulsel, DPD ABI Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, Pimpinan Wilayah Muslimah ABI Sulsel, Pimpinan Wilayah Pandu ABI Sulsel, serta sejumlah tokoh yang mewakili yayasan dan komunitas Ahlul Bait di Sulawesi Selatan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua DPW ABI Sulawesi Selatan, Dr. Imran Latif. Ia menyampaikan pentingnya pendalaman kualitatif untuk memahami kondisi komunitas Ahlul Bait di Sulawesi Selatan secara lebih utuh berdasarkan data dan pengalaman komunitas di tingkat lokal.
Ketua Departemen Litbang DPP ABI, Sabara Nuruddin, menjelaskan bahwa FGD di Sulawesi Selatan merupakan bagian dari rangkaian pendalaman kualitatif yang dilaksanakan Departemen Litbang DPP ABI di 10 provinsi dengan tingkat partisipasi survei tertinggi.
Survei Data Dasar Kehidupan Beragama Komunitas Ahlul Bait Indonesia Tahun 2026 dilaksanakan pada 4 April hingga 4 Juni 2026. Survei tersebut berhasil menghimpun 3.501 responden dari 38 provinsi dan 427 kabupaten/kota.
Data yang dihimpun mencakup kondisi kehidupan beragama, karakteristik sosial-demografis, praktik keagamaan, pendidikan, kelembagaan, relasi sosial, serta pandangan komunitas Ahlul Bait terhadap keberlanjutan komunitasnya di Indonesia.
Sulawesi Selatan menjadi salah satu wilayah dengan tingkat partisipasi tertinggi. Dengan 440 responden yang tersebar di 24 kabupaten/kota, provinsi tersebut menempati peringkat kedua tingkat partisipasi setelah Jawa Timur, dengan kontribusi sekitar 12,6 persen dari total responden nasional.
Di tingkat kabupaten/kota, Kota Makassar menyumbang 149 responden dan menempati posisi kedua tertinggi setelah Kota Malang dalam jumlah responden.
Baca juga: Litbang DPP ABI Mulai Pemetaan Nasional Kehidupan Beragama Komunitas Ahlulbait
Bagi Sabara, angka tersebut bukan hanya menunjukkan tingginya partisipasi, tetapi juga menjadi dasar untuk melihat lebih jauh konteks di balik data survei.
“Survei memberikan gambaran mengenai kondisi komunitas melalui data kuantitatif. Pendalaman kualitatif diperlukan untuk memahami konteks di balik angka-angka tersebut, termasuk pengalaman, dinamika, persoalan, dan potensi yang berkembang di tingkat lokal.”

FGD Litbang DPP ABI menggali dinamika kehidupan beragama, pendidikan, kaderisasi, kelembagaan, dan relasi sosial komunitas Ahlul Bait.
Membaca Konteks di Balik Angka
Pendalaman kualitatif merupakan tindak lanjut dari survei nasional. FGD dirancang untuk memberikan penjelasan yang lebih kontekstual terhadap temuan kuantitatif, sekaligus mengidentifikasi persoalan, potensi, praktik baik, dan kebutuhan penguatan komunitas di tingkat daerah.
Karena itu, FGD tidak dimaksudkan untuk mengulang survei. Pendalaman dilakukan dengan menggali perspektif pengurus ABI dan tokoh komunitas yang memiliki pengetahuan serta pengalaman langsung mengenai kehidupan komunitas Ahlul Bait di daerah.
Dalam FGD di Sulawesi Selatan, peserta memberikan pandangan dan masukan mengenai berbagai aspek kehidupan komunitas Ahlul Bait. Pembahasan mencakup kehidupan dan praktik keagamaan, pendidikan dan transmisi nilai, generasi muda dan kaderisasi, kelembagaan, relasi sosial, serta tantangan dan keberlanjutan komunitas.
Berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan bagi Departemen Litbang DPP ABI untuk melihat lebih jauh faktor-faktor lokal yang melatarbelakangi temuan survei, sekaligus mengidentifikasi potensi dan praktik baik yang dapat dikembangkan.
Pendekatan tersebut menggunakan pedoman FGD yang seragam di seluruh wilayah. Dengan cara ini, hasil dari masing-masing provinsi dapat dianalisis secara tematik dan dibandingkan untuk melihat pola umum maupun kekhasan lokal.

Hasil pendalaman kualitatif di Sulawesi Selatan akan menjadi bagian dari laporan nasional dan bahan penyusunan policy paper ABI.
Hasil FGD Sulawesi Selatan selanjutnya akan diintegrasikan dengan pendalaman di sembilan provinsi lainnya. Sepuluh provinsi yang menjadi lokasi pendalaman adalah Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Lampung, Sulawesi Barat, Banten, dan Sumatera Selatan.
Departemen Litbang DPP ABI menargetkan seluruh rangkaian pendalaman tersebut menghasilkan Laporan Pendalaman Kualitatif Survei Data Dasar Kehidupan Beragama Komunitas Ahlul Bait Indonesia Tahun 2026. Hasil analisis selanjutnya akan dikembangkan menjadi naskah kebijakan atau policy paper yang memuat isu strategis serta rekomendasi kebijakan dan program penguatan komunitas Ahlul Bait.
Dengan pendalaman tersebut, data survei diharapkan tidak berhenti sebagai gambaran statistik, tetapi berkembang menjadi basis pengetahuan yang lebih komprehensif untuk memahami dinamika komunitas Ahlul Bait di berbagai daerah.
Bagi Ahlulbait Indonesia, hasil pendalaman itu diharapkan menjadi pijakan dalam merumuskan program dan kebijakan yang lebih kontekstual, sekaligus memperkuat kehidupan beragama, pendidikan, kaderisasi, kelembagaan, relasi sosial, dan keberlanjutan komunitas Ahlul Bait di Indonesia. []







