Kegiatan ABI
Ketua DPW ABI Jawa Timur Tegaskan Tiga Pesan Utama dalam Kunjungan Kerja DPP ABI

Pasuruan, 18 Oktober 2026 — Keberpihakan kepada kebenaran, keteguhan berpegang pada Ahlulbait Nabi Muhammad SAW, dan kesadaran akan keterbatasan waktu dalam perjuangan menjadi tiga pesan utama yang ditegaskan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ahlulbait Indonesia (DPW ABI) Jawa Timur, Ustadz Abdillah Baabud, dalam kunjungan kerja Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ABI di Suwayuwo, Pasuruan, Minggu (18/10/2026). Ketiga pesan tersebut menekankan prinsip yang harus dijaga serta tanggung jawab yang perlu ditunaikan oleh setiap pengurus dan kader ABI dalam memperjuangkan kebenaran.
Baca juga: Pandu ABI Jepara Tanamkan Keteladanan Sayyidah Zainab a.s. kepada Anak Usia Dini
Kunjungan kerja tersebut dipimpin Ketua Umum ABI, Ustadz Zahir Yahya, bersama Sekretaris Jenderal DPP ABI, Sayyid Ali Ridho Assegaf, Ketua Departemen Organisasi DPP ABI, Sayyid Ahmad Buftaim, dan Ketua Depertemen Pengembangan Ekonomi (PE), Sayyid Ali Reza Baraqhbah. Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus DPW ABI Jawa Timur, perwakilan dari 15 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ABI se-Jawa Timur, serta unsur Muslimah ABI, ABI Responsif, dan Pandu ABI.

Kunjungan kerja DPP ABI di Suwayuwo, Pasuruan, menjadi momentum penegasan komitmen kader terhadap kebenaran, ajaran Ahlul Bait, dan tanggung jawab perjuangan.
Menentukan Keberpihakan kepada Kebenaran
Dalam sambutannya, Ustadz Abdillah Baabud menegaskan bahwa salah satu persoalan paling mendasar dalam kehidupan manusia adalah menentukan keberpihakan. Pilihan tersebut, menurutnya, tidak hanya menyangkut sikap dan tindakan selama hidup di dunia, tetapi juga berkaitan dengan pertanggungjawaban di akhirat.
Ustadz Abdillah kemudian mengingatkan istilah Yaumul Furqan, yakni hari pembeda antara kebenaran dan kebatilan, serta Yaumal-Taqal Jam’an, yang menggambarkan pertemuan dua kelompok. Kedua istilah tersebut mengingatkan pentingnya menyadari posisi dan menentukan keberpihakan ketika kebenaran berhadapan dengan kebatilan.
Karena itu, ia mengajak seluruh peserta memastikan bahwa sikap dan langkah yang ditempuh berpihak pada kebenaran, dengan mempertimbangkan konsekuensi pilihan tersebut bagi kehidupan akhirat.
Baca juga: Muslimah ABI Pasuruan dan Malang Perkuat Sinergi untuk Meningkatkan Keaktifan Anggota
Teguh Berpegang kepada Ahlul Bait Nabi Muhammad SAW
Pesan kedua yang ditekankan Ustadz Abdillah adalah keteguhan dalam berpegang kepada Ahlulbait Nabi Muhammad SAW. Ia menegaskan bahwa identitas Ahlulbait Indonesia tidak dapat dipisahkan dari komitmen terhadap ajaran dan otoritas Ahlulbait.
Untuk menjelaskan hal tersebut, ia merujuk Surah An-Nisa ayat 59, yang memuat perintah untuk menaati Allah, Rasul, dan ulil amri di antara orang-orang beriman. Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan pentingnya ketaatan terhadap otoritas yang ditetapkan dalam ajaran agama.
Ketua ABI Jatim itu juga mengutip bagian pendahuluan wasiat Imam Khomeini q.s. yang kembali menegaskan wasiat Rasulullah SAW melalui Hadis Tsaqalain. Dalam kutipan yang disampaikannya, Hadis Tsaqalain ditegaskan sebagai hujah bagi seluruh umat manusia.
Ustadz Abdillah kemudian mengaitkan pesan tersebut dengan persoalan yang dihadapi umat manusia, termasuk kemiskinan dan perpecahan. Menurutnya, berbagai persoalan itu perlu direnungkan dalam kaitannya dengan komitmen umat untuk kembali kepada Al-Qur’an dan Ahlulbait.
Ia juga menyampaikan pesan Sayyid Mujtaba Khamenei mengenai perbedaan antara ukuran kekuatan materialistis dan kekuatan yang berlandaskan nilai-nilai Ilahiah dan maknawiah. Dalam kutipan yang disampaikannya, kelompok tersebut menempati posisi keempat di dunia berdasarkan ukuran materialistis. Namun, jika diukur berdasarkan nilai-nilai Ilahiah dan maknawiah, kelompok yang sama disebut sebagai kekuatan nomor satu.
Pesan itu menegaskan bahwa kekuatan tidak hanya ditentukan oleh ukuran material, tetapi juga oleh landasan spiritual dan nilai-nilai yang dipegang. Ustadz Abdillah menekankan pentingnya tetap berada di pihak Ahlulbait Nabi Muhammad SAW serta berpegang kepada ‘Itrah ar-Rasul.
Baca juga: HIKDMAT Hadir Membawa Bantuan dan Harapan bagi Warga Terdampak Krisis Air di Srikandang
Kebenaran Tidak Membutuhkan Kita, Kitalah yang Membutuhkannya
Pesan ketiga sekaligus penutup sambutannya berkaitan dengan keterbatasan waktu manusia. Ustadz Abdillah mengingatkan seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan yang tersedia untuk memperjuangkan dan berpegang teguh pada kebenaran.
Ditegaskannya bahwa waktu manusia terbatas. Oleh karena itu, setiap kesempatan perlu digunakan untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kebenaran dan menunaikan tanggung jawab dalam perjuangan.
Menutup sambutannya, Ketua DPW ABI Jawa Timur itu menyampaikan pesan reflektif bahwa kebenaran tidak membutuhkan manusia, melainkan manusialah yang membutuhkan kebenaran.
Pesan tersebut menegaskan kembali tiga hal yang perlu dijaga oleh jajaran pengurus dan kader ABI: keberpihakan kepada kebenaran, keteguhan berpegang kepada Ahlulbait Nabi Muhammad SAW, dan kesungguhan memanfaatkan waktu untuk menjalankan tanggung jawab serta perjuangan berdasarkan nilai-nilai kebenaran. []
Baca juga: Budidaya Pisang Raja Kresek DPD Lumajang Menarik Perhatian DPW ABI Jawa Tengah







