Ikuti Kami Di Medsos

Kegiatan ABI

Dari Ilmu ke Iman: Kajian Ramadhan di Pasuruan Tekankan Transformasi Keyakinan Menjadi Amal

Published

on

Dari Ilmu ke Iman: Kajian Ramadhan di Pasuruan Tekankan Transformasi Keyakinan Menjadi Amal

Pasuruan, 25 Februari 2026 — Ramadhan bukan sekadar bulan peningkatan ibadah, tetapi juga momentum memperdalam makna ilmu dan keyakinan. Pesan inilah yang mengemuka dalam kajian bertajuk “Mengapa Kita Harus Berilmu” yang disampaikan Ustadz Ahmad Alaydrus pada Senin (23/2) di Yayasan Ulul Albab Pasuruan.

Dalam suasana yang khidmat, beliau mengajak jamaah untuk melihat ilmu bukan hanya sebagai pengetahuan yang dipahami akal, melainkan sebagai fondasi keyakinan yang harus hidup di dalam hati. Menurutnya, ilmu berperan membentuk al-yaqin al-‘aqli—keyakinan rasional yang lahir dari proses berpikir dan pertimbangan logika. Seseorang memahami bahwa Allah Maha Melihat, Maha Mengetahui, dan Maha Membalas setiap perbuatan. Namun, pemahaman itu kerap berhenti di ranah nalar.

“Persoalan kita bukan kurang tahu, tetapi belum mampu mentransformasi ilmu dari akal menuju hati,” tegas beliau.

Ia mencontohkan realitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: mengapa seseorang masih terjerumus dalam maksiat padahal ia tahu Allah SWT selalu mengawasi? Jawabannya, karena keyakinan tersebut baru sebatas rasional, belum menjelma menjadi keyakinan qalbu. Ketika ilmu belum meresap ke dalam hati, ia belum cukup kuat untuk menggerakkan amal dan menahan diri dari pelanggaran.

Baca juga : Rapat Bulanan ABI Kukar Fokus Konsolidasi Data Kader dan Penguatan Program 2026

Lebih jauh, Ustadz Ahmad menjelaskan bahwa proses perubahan dari keyakinan rasional menjadi keyakinan hati membutuhkan kesungguhan dalam ibadah. Ibadah bukan hanya rutinitas, melainkan sarana internalisasi ilmu agar ia benar-benar hidup dalam jiwa. Beliau mengutip penggalan akhir Surah Al-Hijr ayat 99:

“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan.”

Ayat tersebut, jelasnya, menjadi penegasan bahwa keyakinan sejati tumbuh melalui penghambaan yang konsisten. Semakin seorang hamba mendekat kepada Allah melalui ibadah, semakin kokoh keyakinannya tertanam.

Kajian yang berlangsung interaktif itu juga diwarnai sesi tanya jawab yang menunjukkan antusiasme jamaah dalam mendalami hubungan antara ilmu, iman, dan amal. Di penghujung acara, doa dipimpin oleh Sayyid Taha Bufteim selaku Wakil Ketua DPD ABI Kota Pasuruan.

Melalui kajian ini, jamaah diharapkan semakin menyadari bahwa ilmu bukan tujuan akhir, melainkan jalan menuju iman yang hidup di dalam hati—iman yang menggerakkan amal, menjaga diri dari maksiat, serta menguatkan istiqamah, khususnya di bulan Ramadhan yang penuh keberkahan. (HMP Kota Pasuruan)

Baca juga : Muslimah ABI Pasuruan Kolaborasi dengan IKMAL, MI Camp, dan SD Mutiara Ilmu Gelar Tarbiyah Ramadhan 1447 H