Ikuti Kami Di Medsos

Kegiatan ABI

Musda Perdana ABI Surakarta, Abdul Kadir al-Jufri Pimpin 2024–2029

Published

on

Musda perdana ABI Surakarta yang menetapkan Abdul Kadir al-Jufri sebagai ketua periode 2024–2029 di Solo, April 2026. (Dok. ABI)

Surakarta, 30 April 2026 — Musyawarah Daerah (Musda) perdana komunitas Ahlul Bait di Kota Surakarta, Solo sukses digelar pada Selasa (29/4/2026). Forum ini menjadi momentum pembentukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ahlulbait Indonesia Surakarta sekaligus menetapkan Abdul Kadir al-Jufri sebagai Ketua untuk periode 2024–2029.

Bertempat di salah satu restoran di Surakarta, kegiatan mengusung tema “Mengukuhkan Pondasi Imamah dalam Membangun Arah dan Kepemimpinan Organisasi.” Musda ini menandai transisi dari komunitas kultural menuju pembentukan struktur organisasi formal yang terkelola.

Berbeda dari musda pada umumnya yang bersifat regeneratif, forum kali ini bersifat formatif, yaitu membangun kepengurusan dari nol. Para peserta sepakat langsung menyusun struktur awal DPD ABI Surakarta sebagai fondasi operasional organisasi ke depan.

Peserta yang hadir mencakup komunitas Ahlul Bait, Pimpinan Cabang Muslimah Ahlulbait Surakarta, perwakilan Majelis Taklim Zaenabiyah, serta Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ABI Jawa Tengah sebagai pembina.

Dalam pidato perdananya, Abdul Kadir al-Jufri menyampaikan bahwa momen ini adalah awal sesungguhnya dari perjuangan DPD ABI Kota Surakarta.

“Ini adalah awal perjuangan DPD Surakarta. Kami membutuhkan bimbingan, nasihat, dan dukungan semua pihak,” ujarnya penuh harap.

Tak hanya itu, Ketua terpilih juga menyinggung dinamika global dengan merujuk pada narasi “poros perlawanan” sebagai inspirasi etos kerja. Menurutnya, efektivitas tidak selalu ditentukan oleh skala, melainkan oleh konsistensi dan arah perjuangan.

“Kelompok kecil pun bisa memberi dampak, selama memiliki visi dan keteguhan,” tegasnya.

Abdul Kadir mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun ABI Kota Surakarta dengan niat yang tulus dan ikhlas.

Sementara itu, Ketua DPW ABI Jawa Tengah, Sayyid Musthofa al-Jufri, menyampaikan dua arahan strategis yang bersifat mendesak.

Pertama, meminta DPD ABI Kota Surakarta untuk segera melakukan koordinasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Surakarta. Langkah ini penting untuk memastikan legalitas organisasi serta sinkronisasi program kerja dengan kebijakan daerah.

Kedua, pengurus diminta aktif membangun komunikasi lintas sektor dengan pemerintah dan stakeholder lokal.

“Karena ini adalah kepengurusan pertama, maka fondasi administratif dan hubungan kelembagaan harus segera dibangun. Jalin komunikasi yang baik dengan semua pihak,” pesan Sayyid Musthofa.

Musda perdana ABI Kota Surakarta ini menjadi babak baru bagi komunitas Ahlul Bait di Solo. Dengan terpilihnya Abdul Kadir al Jufri sebagai ketua pertama, publik menanti bagaimana organisasi ini akan berkiprah di tengah dinamika sosial dan politik Kota Solo hingga tahun 2029 mendatang. Tantangan utama saat ini adalah membangun sistem dari nol, menjaga konsolidasi internal, sekaligus menguji relevansi program di tengah dinamika sosial-politik kota.[]