Internasional
Perang Gaza: Data Resmi Ungkap Dampak Psikologis, Sosial, dan Ekonomi di Israel
Ahlulbait Indonesia, 30 Januari 2026 — Dampak perang yang berlangsung di Jalur Gaza disebut semakin terasa di dalam masyarakat Israel. Sejumlah media resmi berbahasa Ibrani melaporkan tekanan psikologis meningkat, stabilitas sosial melemah, dan kondisi ekonomi terdampak, ditandai turunnya rasa aman serta anjloknya kepercayaan publik.
Melansir Al Alam, Kamis (30/1/2026), situs Yallanews yang merujuk pada laporan Biro Pusat Statistik Israel mengungkap perubahan demografis dan psikologis sepanjang 2024. Indikatornya terlihat pada kenaikan stres dan depresi, melemahnya kepercayaan pada lembaga negara, serta penurunan angka pernikahan.
Disabilitas fisik dan mental meningkat
Laporan tersebut mencatat jumlah penyandang disabilitas fisik dan mental pada 2024 melampaui 1,3 juta orang, naik dari sekitar 1,16 juta pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini disebut berkaitan dengan konsekuensi perang.
Kasus disabilitas mental juga meningkat di wilayah sekitar Gaza, mengindikasikan beban psikologis yang semakin berat di daerah terdampak konflik.
Disabilitas psikologis di kalangan tentara melonjak
Data militer Israel menunjukkan jumlah tentara dengan disabilitas psikologis meningkat menjadi lebih dari 16.000 orang. Kondisi ini dikaitkan dengan perpanjangan masa dinas cadangan, kelelahan psikologis-sosial, serta efeknya terhadap keluarga.
Depresi dan ketakutan jadi fenomena harian
Sejumlah situs berita Israel melaporkan peningkatan depresi dan pesimisme terhadap masa depan, terutama di wilayah perbatasan. Kecemasan dan rasa takut disebut makin umum dan membentuk rutinitas harian masyarakat.
Rasa aman turun, kepercayaan publik melemah
Di saat yang sama, rasa aman pribadi warga Israel dilaporkan menurun. Kepercayaan terhadap pemerintah dan lembaga peradilan juga mengalami penurunan, seiring meluasnya kekhawatiran keamanan dan tekanan sosial.
Ekonomi tertekan: tenaga kerja terganggu, pariwisata jatuh
Pada sektor ekonomi, pasar tenaga kerja terdampak pemanggilan besar-besaran pasukan cadangan. Sektor pariwisata juga mengalami penurunan tajam. Situasi ini terjadi bersamaan dengan membengkaknya biaya perang dan meningkatnya tekanan finansial terhadap negara dan masyarakat.
Dampak sosial-demografis: pernikahan turun, migrasi naik
Laporan tersebut juga mencatat penurunan angka pernikahan dan kelahiran selama periode perang. Rata-rata harapan hidup laki-laki disebut menurun, sementara jumlah warga Israel yang meninggalkan negara itu mengalami peningkatan.
Data-data ini menunjukkan perang Gaza tidak hanya berdampak pada dimensi militer, tetapi turut memicu krisis internal yang kompleks di Israel, meluas ke ranah psikologis, sosial, dan ekonomi. [HMP/ABI]
