Jurnal
Laporan Pengabdian PTM Pimwil Muslimah Jabar: Efektivitas Homecare bagi Pasien Kronis di Buaran
Ahlulbait Indonesia | 4 Maret 2026 — Tulisan berjudul “Analisis Efektivitas Pelayanan Homecare Sebagai Pengabdian Masyarakat Pada Kasus Penyakit Kronis Di Kelurahan Buaran Kecamatan Serpong Tangerang Selatan” merupakan karya Nurhayati Abdullah, S.Tr.Keb, dengan pembimbing Dede Azwar Nurmansyah, M.A.
Naskah ini disusun untuk jenjang Pendidikan Tingkat Menengah (PTM) sebagai pemenuhan kewajiban Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Muslimah ABI Pimpinan Wilayah Jawa Barat.
Dokumen tersebut memotret pelaksanaan dan evaluasi layanan kesehatan berbasis kunjungan rumah (homecare) bagi pasien penyakit kronis di wilayah Kelurahan Buaran dan sekitarnya.
Homecare Jadi Tumpuan Pasien Kronis di Buaran, 16 Warga Dapat Layanan Intensif Empat Bulan
Pelayanan kesehatan berbasis kunjungan rumah (homecare) terbukti menjadi solusi konkret bagi pasien penyakit kronis di Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong. Dalam kurun Desember 2023 hingga Maret 2024, sebanyak 16 pasien dengan beragam penyakit degeneratif mendapat perawatan intensif melalui program pengabdian masyarakat yang digagas Nurhayati Abdullah.
Program ini menyasar warga yang belum terlayani optimal oleh fasilitas kesehatan konvensional, terutama pasien pasca rawat inap dengan kebutuhan perawatan jangka panjang di rumah.
Empat Bulan Pendampingan, Tiga Kali Kunjungan per Pekan
Berdasarkan laporan kegiatan (Bab II), pelayanan dilakukan selama kurang lebih empat bulan dengan frekuensi kunjungan tiga kali dalam sepekan. Wilayah cakupan meliputi Kampung Buaran, Rawa Macek, Jati, serta Ciater Barat yang berbatasan langsung dengan Buaran.
Dari 16 pasien yang ditangani, komposisinya mencerminkan dominasi penyakit kronis dan degeneratif:
1. 5 pasien stroke
2. 4 pasien diabetes melitus
3. 1 pasien anemia kronis
4. 1 pasien meningitis kronis
5. 1 pasien TBC paru
6. 1 pasien epilepsi kronis
7. 3 pasien pasca operasi caesar.
Tindakan yang dilakukan tidak sebatas pemeriksaan dasar. Tim melakukan pengecekan tekanan darah, pemeriksaan hemoglobin, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Perawatan lanjutan meliputi penggantian selang NGT dan kateter, perawatan luka dekubitus, edukasi pemberian makan, hingga terapi pijat dan latihan bicara bagi pasien dengan gangguan neurologis.
Baca juga : PERMABI: Khidmat Sosial sebagai Jalan Sunyi Merawat Persatuan
Masalah Utama: Minim Pengetahuan dan Biaya Perawatan
Dalam latar belakang penelitian (Bab I), dijelaskan bahwa banyak keluarga pasien tidak memiliki pemahaman teknis mengenai perawatan tirah baring, pengelolaan luka, maupun penggunaan alat medis sederhana di rumah. Di sisi lain, biaya rawat inap dan kontrol rumah sakit menjadi beban finansial yang tidak ringan.
Homecare hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Lingkungan rumah yang lebih nyaman juga dinilai membantu proses pemulihan pasien.
Evaluasi pada Bab III menyimpulkan bahwa layanan ini sangat dibutuhkan, terutama untuk:
1. Perawatan luka dekubitus
2. Personal hygiene pasien tirah baring
3. Edukasi penggunaan dan pelepasan selang NGT
4. Perawatan kateter
5. Terapi kelumpuhan otot
Keluarga pasien menyatakan kehadiran tenaga homecare membantu mereka memahami prosedur perawatan yang sebelumnya tidak dikuasai.
Dukungan Puskesmas dan Rekomendasi Penguatan Sistem
Program ini mendapat apresiasi dari pihak Puskesmas Kecamatan Serpong. Dalam tanggapan resmi yang tercantum pada lampiran, disebutkan bahwa sistem homecare mandiri membantu memperluas jangkauan layanan kesehatan yang belum tertangani oleh puskesmas, dengan mekanisme rujukan dan pelaporan yang terkoordinasi.
Sebagai rekomendasi, laporan mendorong pembentukan tim homecare di tingkat desa atau kelurahan, disertai jadwal monitoring berkala dan kolaborasi aktif dengan Puskesmas sebagai representasi Dinas Kesehatan.
Di tengah meningkatnya prevalensi penyakit kronis dan keterbatasan kapasitas layanan kesehatan publik, pendekatan homecare berbasis komunitas menunjukkan efektivitas nyata: menjangkau yang sulit menjangkau fasilitas, mendampingi yang membutuhkan perawatan berkelanjutan.
Bagi sebagian keluarga pasien di Buaran, kehadiran tenaga kesehatan di ruang tamu mereka bukan sekadar layanan. Itu adalah kesinambungan perawatan—dan dalam banyak kasus, perpanjangan kualitas hidup. [HMP/ABI]
Baca juga : Program Intensif “Siap Kuliah” Pandu ABI Jabar Dongkrak Nilai UTBK 132 Poin, 6 dari 9 Peserta Lolos PTN
