Ikuti Kami Di Medsos

Perspektif ABI

Pesan Idul Fitri 1447 H Ketua Umum ABI, Ustadz Zahir Yahya: Seruan Membaca Konflik Global dalam Kerangka Ilahi

Published

on

Jakarta, 21 Maret 2026 – Dalam momentum sakral Idul Fitri 1447 Hijriah, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ahlulbait Indonesia (DPP ABI), Ustadz Zahir Yahya, menyampaikan pidato pesan strategis yang menembus batas seremonial, yang ditujukan kepada umat Islam di seluruh dunia, dengan penekanan khusus bagi bangsa Indonesia.

Pidato ini tidak semata berisi ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri, melainkan juga mengajak umat untuk memandang realitas dunia dengan kejernihan dan ketajaman pandangan. Di tengah dinamika dan konflik global yang terus berkembang, Ustadz Zahir mengingatkan bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari gambaran besar perjalanan ketetapan Ilahi dan arah sejarah umat manusia.

Berikut ini adalah teks lengkap pesan tersebut sebagaimana dapat disaksikan dalam video pada kanal resmi Media ABI berikut ini: “Sambutan Idul Fitri 1447 H Ketum ABI: Bongkar Skenario Global, Islam Menuju Kepemimpinan Dunia”.

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
La ilaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Walillahilhamd.

Maasyiral Muslimin di seluruh penjuru dunia, terkhusus di negeri tercinta Indonesia.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Minal a’idin wal faizin, kullu ‘amin wal ummah al-islamiyah bikhair. Semoga Idul Fitri tahun 2026 benar-benar dapat mengantarkan umat Islam kepada kejayaan.

Khususnya beberapa waktu terakhir ini, kita semua menyaksikan persekongkolan jahat antara kekuatan imperialisme dunia dengan zionisme internasional untuk memerangi Islam dan kaum Muslimin. Maasyiral Muslimin, melihat peristiwa dan fenomena yang akhir-akhir ini terjadi tidak boleh terputus dari gambaran besar, dari skenario Tuhan bagi umat manusia yang menargetkan globalisasi Islam. Artinya, Islam akan menjadi agama dunia.

Agama yang dianut oleh mayoritas penduduk dunia, serta kedaulatan dan keunggulan agama ini atas agama-agama lainnya. Rencana besar Tuhan ini dipimpin langsung di bawah tanggung jawab Rasulullah dan akan dilaksanakan secara bertahap, zaman demi zaman, dilanjutkan oleh para pejuang di antara umat Muhammad hingga mencapai puncaknya di era kehadiran Sang Imam yang dinantikan dan dijanjikan, yang diyakini oleh kaum Muslimin, yang namanya sama seperti nama Rasulullah, yaitu sosok Imam Mahdi.

Di mana Islam pada era beliau akan unggul, bukan semata-mata secara intelektual, namun secara nyata. Islam tegak berdaulat, memimpin umat manusia dalam sebuah kehidupan yang dipenuhi dengan keadilan, kemakmuran, kesejahteraan, dan juga martabat, serta jauh dari semua bentuk penindasan dan kedzaliman.

Ma‘asyiral Muslimin rahimakumullah, meskipun Rasulullah yang memimpin untuk merealisasikan rencana besar Tuhan ini, namun dalam rangka menyukseskan proyek dan rencana besar Tuhan, beliau tidak sendirian, melainkan dibersamai oleh kaum mukminin sepanjang zaman. Itulah yang difirmankan oleh Allah SWT:

Huwalladzi ayyadaka binashrihi wa bil-mu’minin“. Dialah Allah yang mendukungmu dengan pertolongan-Nya dan juga dengan kaum mukminin. (QS Al-Anfal. Ayat 62)

Tentu, peran dan keterlibatan kaum mukminin dalam rangka menyukseskan rencana besar Tuhan akan sangat beragam dan variatif, mulai dari sekadar bentuk keberpihakan dan kecenderungan hati serta simpati yang ditunjukkan oleh mereka terhadap para pejuang yang secara langsung melawan kekuatan musuh. Musuh-musuh Allah dan musuh-musuh kemanusiaan, hingga peran-peran lainnya dalam bentuk yang lebih nyata, seperti penguatan kapasitas umat untuk bisa tegar menghadapi musuh-musuh mereka.

Ma‘asyiral Muslimin, selain memiliki poros pendukung dan pembela proyek dan rencana besar Tuhan, juga memiliki poros musuh yang siap untuk menghadang dan menggagalkannya, baik dari kalangan jin maupun manusia. Dan sesuai tuntunan dan firman Allah, musuh rencana besar Tuhan dari kalangan manusia adalah orang-orang Yahudi yang terdepan.

Allah berfirman, “latajidanna asyaddan-nasi ‘adawatal lilladzina amanul-yahuda walladzina asyraku“. Pasti akan engkau dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (QS Al-Ma’idah · Ayat 82). Tentu yang dimaksudkan dengan orang-orang Yahudi adalah sekelompok manusia dengan kecenderungan rasis dan mental kriminal yang menganggap ras mereka sebagai ras unggul, dan siapa pun selain mereka adalah binatang dalam bentuk manusia yang harus mereka perbudak. Yang apabila tidak bersedia untuk menjadi budak bagi mereka, maka harus dihabisi dengan biaya yang paling minimal.

Ma‘asyiral Muslimin, apa yang sebenarnya terjadi akhir-akhir ini bukanlah semata-mata konfrontasi antara sebuah negara bernama Republik Islam Iran dengan Israel dalam arti peta geografis, yang luasnya tidak melebihi 22.000 km persegi, yang merupakan tanah pendudukan, yang dihuni oleh tidak lebih dari 10 juta penduduk, yang kebanyakannya adalah imigran yang didatangkan dari berbagai negara di Eropa dan Asia.

Yang sebenarnya terjadi adalah konfrontasi antara dua poros utama dan asli: poros Islam yang diwakili oleh Republik Islam Iran, yang dipimpin oleh seorang wali, oleh seorang ulama yang berkriteria, dengan poros Zionis, dengan semua latar belakang agama dan identitas nasional mereka di bawah pimpinan Israel.

Ma‘asyiral Muslimin, jika ada yang bertanya bagaimana umat Islam di seluruh dunia dapat ikut andil dalam menyukseskan rencana besar Tuhan, jawabannya jelas bahwa siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk andil dalam menyukseskan proyek ini.

Semua, dengan latar belakang apa pun, pendidikan, sosial, etnis, keluarga, dan daerah apapun, berpeluang untuk andil dalam proyek ini. Semua kalangan, bahkan ibu-ibu rumah tangga dari rumah-rumah mereka, para guru, para dosen, para mahasiswa, para pengusaha, para buruh, para profesional, para ahli hukum, para dokter, dan profesional lainnya, punya kesempatan untuk turut andil dalam menyukseskan rencana besar Tuhan.

Dengan pertama, menunjukkan keberpihakan mereka kepada barisan yang hak.
Dan kedua, menunjukkan kepedulian mereka kepada barisan yang hak dan kepada perkembangan yang terjadi secara global, untuk kemudian turut mendukung dengan tenaga, dengan waktu, dengan pikiran, dan jika diperlukan dengan harta benda.

Apabila itu terjadi, berarti kita semua sudah andil dalam menyukseskan proyek besar Tuhan yang pasti akan terjadi, baik dengan keterlibatan atau tanpa keterlibatan kita.

Ya, skenario akhir zaman pasti akan terjadi.

Ma‘asyiral Muslimin, baik kita terlibat di dalamnya atau tidak terlibat, semoga berkat ibadah yang kita lakukan selama bulan suci Ramadan, kita semua diberi taufik oleh Allah, diberi kekuatan, dan diberi petunjuk untuk bisa mengenali dan melaksanakan tugas dan kewajiban kita semua.

Terima kasih.

Wasallallahu ala Muhammadin wa alih thahirin.

Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. []