Ikuti Kami Di Medsos

Nasional

Ratusan Warga Malang Tolak Indonesia Bergabung dalam Board of Peace

Published

on

Malang, 14 Februari 2026 — Ratusan warga Kota dan Kabupaten Malang menggelar aksi damai menolak rencana keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Demonstrasi berlangsung di depan Tugu Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Malang, Sabtu (14/2), sekitar pukul 14.00 WIB.

Aksi diinisiasi Komite Umat Islam Anti Amerika dan Israel (KUMAIL) Malang serta Komite Aliansi Mahasiswa Pro Palestina Anti USA Zionis (KAMPUZ). Massa menyampaikan orasi, membawa poster, dan menyerukan penolakan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak sejalan dengan sikap politik luar negeri Indonesia.

Koordinator aksi, Hade, menyebut keputusan bergabung dalam BoP bertentangan dengan semangat konstitusi. Ia merujuk Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan kemerdekaan sebagai hak segala bangsa serta penolakan terhadap penjajahan.

Menurut Hade, kehadiran Indonesia dalam dewan tersebut berpotensi melemahkan posisi politik Indonesia terhadap konflik Palestina. Ia juga mengecam tindakan militer Israel yang terus menimbulkan korban sipil.

Para orator lain menyoroti kejanggalan dalam pembentukan dan komposisi keanggotaan BoP. Mereka menilai keikutsertaan Israel dalam forum itu belum menunjukkan dampak nyata terhadap penghentian kekerasan di Palestina. Karena itu, BoP dianggap tidak mencerminkan prinsip perdamaian yang substantif.

Massa mendesak Presiden Prabowo meninjau kembali keputusan bergabung dalam dewan tersebut. Mereka juga meminta pemerintah tidak menggunakan anggaran negara untuk program yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan kemanusiaan dan solidaritas terhadap Palestina.

Aksi berlangsung tertib di bawah pengawasan aparat. Kegiatan ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap yang menegaskan penolakan terhadap keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace serta seruan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. [HMP/Jatim]

Continue Reading