Ikuti Kami Di Medsos

Nasional

Muhammadiyah Berbelasungkawa atas Wafatnya Ayatullah Khamenei, Kecam Keras Serangan AS–Israel ke Iran

Published

on

Analisis Pidato Imam Ali Khamenei: Persatuan, Ilmu Pengetahuan, Martabat, dan Cermin Bagi Indonesia

Jakarta, 4 Maret 2026 — Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan pernyataan resmi terkait eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran. Dalam sikap resminya, Muhammadiyah mengecam keras serangan tersebut dan mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjatuhkan sanksi tegas terhadap pihak yang dinilai melanggar hukum internasional.

Pernyataan tersebut tertuang dalam Surat Pernyataan tentang Konflik di Timur Tengah Nomor 16/PER/I.0/B/2026 yang diterbitkan pada 2 Maret 2026 di Yogyakarta.

Dalam dokumen tersebut, Muhammadiyah menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, serta korban lain yang terdampak serangan militer tersebut.

“Kami menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dan korban lainnya yang menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel ke Republik Islam Iran,” demikian pernyataan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam dokumen tersebut.

Belasungkawa serupa juga disampaikan kepada para korban yang terdampak serangan balasan Iran di sejumlah negara Arab.

Muhammadiyah menilai serangan militer tersebut sebagai tindakan yang melanggar prinsip-prinsip hak asasi manusia, hukum internasional, serta mengabaikan berbagai keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia itu juga menyerukan agar PBB mengambil langkah nyata dengan menjatuhkan sanksi terhadap Amerika Serikat dan Israel atas tindakan yang dinilai sebagai pelanggaran tersebut.

Baca juga : DPP PUI Sampaikan Duka atas Wafatnya Ayatullah Ali Khamenei

Selain itu, Muhammadiyah mendorong PBB bersama Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk segera mengambil langkah konkret guna menghentikan kekerasan yang terjadi di kawasan, termasuk yang berkaitan dengan penderitaan rakyat Palestina.

Dalam sikapnya, Muhammadiyah juga mengingatkan agar Iran dan negara-negara Arab menahan diri serta mengedepankan dialog guna menghindari konflik lebih luas di antara negara-negara anggota OKI.

“Kami mendorong dilakukannya dialog dan langkah-langkah diplomasi untuk menyelesaikan konflik di kawasan Timur Tengah tersebut,” demikian pernyataan dalam dokumen tersebut.

Lebih lanjut, Muhammadiyah mengajak seluruh negara, lembaga internasional, tokoh agama, serta masyarakat global untuk bersama-sama menciptakan perdamaian dan menegakkan keadilan internasional. Organisasi tersebut juga menegaskan pentingnya menolak segala bentuk tindakan sepihak yang berpotensi merusak peradaban dan stabilitas dunia.

Surat pernyataan itu ditandatangani oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni dan Sekretaris Muhammad Sayuti pada 2 Maret 2026 bertepatan dengan 13 Ramadan 1447 Hijriah di Yogyakarta. [HMP ABI]

Baca juga : Megawati Sampaikan Dukacita atas Wafatnya Ayatullah Ali Khamenei