Ikuti Kami Di Medsos

Nasional

Megawati Sampaikan Dukacita atas Wafatnya Ayatullah Ali Khamenei

Published

on

Megawati Sampaikan Dukacita atas Wafatnya Ayatullah Ali Khamenei
Perwakilan PDIP menyampaikan surat duka dari Megawati ke pemerintah Iran atas wafatnya Ayatullah Ali Khamenei (Foto: Mudanews)

Jakarta, 4 Maret 2026 – Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dalam serangan militer AS-Israel pada 28 Februari 2026.

Pernyataan itu disampaikan melalui surat resmi bernomor 014/EX/KU/11/2026 tertanggal 2 Maret 2026, yang ditujukan kepada Pemimpin Tertinggi Sementara, Presiden, dan rakyat Iran, dengan tembusan kepada Duta Besar Iran di Jakarta.

“Atas nama pribadi, keluarga besar Bung Karno, serta rakyat Indonesia yang mencintai perdamaian dan kedaulatan, saya menyampaikan solidaritas bagi pemerintah dan seluruh rakyat Iran,” tulis Megawati dalam surat yang diungkap Mudanews, Selasa (3/3).

Baca juga : Muhammadiyah Berbelasungkawa atas Wafatnya Ayatullah Khamenei, Kecam Keras Serangan AS–Israel ke Iran

Ketua Umum PDI Perjuangan itu menilai kepemimpinan Ayatullah Khamenei selama lebih dari tiga dekade mampu mempertahankan kedaulatan Iran di tengah tekanan sanksi ekonomi, diplomatik, dan ancaman militer. Megawati menyebut almarhum sebagai ulama sekaligus pemimpin politik yang memadukan nilai keagamaan, keadilan sosial, dan sikap anti-imperialisme.

Megawati juga menyoroti kedekatan historis kedua bangsa melalui gagasan Presiden Soekarno. Ayatullah Khamenei dikenal mengagumi pemikiran Bung Karno, termasuk Pancasila dan semangat Dasa Sila Bandung, yang dinilai menginspirasi hubungan antara agama dan kebangsaan dalam politik Iran.

Putri Bung Karno itu mengenang pertemuan langsung dengan Ayatullah Khamenei saat kunjungan resmi ke Teheran pada 2004 untuk menghadiri Konferensi D-8. Megawati juga pernah mengundang almarhum ke Konferensi Ulama Islam Internasional di Jakarta (2004) dan peringatan 50 tahun Konferensi Asia-Afrika (2005), namun belum sempat terwujud.

“Sejak era Bung Karno, kami meyakini konflik harus diselesaikan melalui dialog dan penghormatan hukum internasional, bukan kekerasan,” tegas Megawati.

Megawati berharap persahabatan Indonesia-Iran semakin kuat demi terwujudnya perdamaian dunia yang bebas dari imperialisme dan hegemoni. [HMP/ABI]

Baca juga : Organisasi Mahasiswa Kecam Sikap Pemerintah, Sebut Prabowo-Gibran “Antek Imperialis AS”