Nasional
Iran Corner FISIP Universitas Brawijaya Kecam Serangan Militer AS–Israel ke Iran
Malang, 1 Maret 2026 — Iran Corner Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) mengecam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran. Serangan tersebut dinilai sebagai eskalasi serius yang berpotensi mengganggu stabilitas kawasan dan merusak tatanan hukum internasional.
Dalam siaran pers yang diterima Media ABI pada Sabtu (28/2), Iran Corner menyebut laporan yang beredar mengonfirmasi dimulainya operasi tempur skala besar oleh Washington dan Tel Aviv. Ledakan dilaporkan terjadi di Teheran serta sejumlah titik strategis lain di Iran.
Serangan itu disebut telah memicu respons militer balasan dan meningkatkan risiko perluasan konflik di Timur Tengah. Eskalasi tersebut dinilai membuka kemungkinan keterlibatan lebih banyak aktor regional maupun global.
Iran Corner menilai penggunaan kekuatan militer terhadap negara berdaulat tanpa otorisasi jelas dari mekanisme hukum internasional sebagai pelanggaran terhadap prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), terutama ketentuan larangan penggunaan kekuatan kecuali untuk membela diri atau berdasarkan mandat Dewan Keamanan PBB.
Organisasi tersebut menegaskan bahwa dalih ancaman nuklir tidak dapat dijadikan legitimasi atas tindakan militer sepihak. Sengketa terkait program nuklir, menurut mereka, semestinya diselesaikan melalui diplomasi dan mekanisme pemantauan internasional, bukan melalui operasi bersenjata yang berpotensi menimbulkan dampak kemanusiaan luas.
Lebih jauh, Iran Corner menyoroti implikasi global dari eskalasi tersebut. Timur Tengah merupakan pusat jalur pasokan energi dunia sekaligus kawasan strategis dalam konstelasi geopolitik internasional. Konflik yang melibatkan Iran dinilai berisiko mengganggu koridor perdagangan maritim, mengguncang stabilitas negara-negara tetangga, serta memicu tekanan ekonomi global.
Penutupan wilayah udara di sejumlah negara dan penerapan langkah darurat di kawasan disebut sebagai indikator meningkatnya tingkat krisis.
Dalam pernyataannya, Iran Corner mendesak PBB segera mengambil langkah konkret, termasuk menggelar sidang darurat Dewan Keamanan, mengaktifkan mekanisme diplomasi dan pencegahan konflik, menuntut penghentian permusuhan oleh seluruh pihak, serta mendorong mediasi internasional guna mencegah eskalasi lanjutan dan melindungi warga sipil.
Koordinator Iran Corner FISIP UB, Syed Abdullah Assegaf, menyatakan bahwa kegagalan komunitas internasional bertindak tegas berisiko merusak kredibilitas sistem internasional dan membuka preseden normalisasi agresi militer unilateral.
Iran Corner menegaskan bahwa stabilitas global tidak dapat dibangun melalui dominasi militer. Diplomasi, penghormatan terhadap kedaulatan, dan kepatuhan terhadap hukum internasional harus menjadi fondasi utama penyelesaian konflik.
Organisasi tersebut menyerukan komunitas internasional untuk bertindak cepat guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan menjaga perdamaian global. [HMP/ABI]
