Nasional
Dubes Iran di Jakarta Kecam Serangan AS–Israel, Sebut Langgar Kedaulatan dan Hukum Internasional
Jakarta, 1 Maret 2026 — Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia mengecam keras serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026), yang menargetkan lokasi sipil termasuk sekolah serta warga yang tengah menjalankan ibadah Ramadan. Dalam pernyataan resminya, Kedubes Iran menegaskan serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial Iran.
Dalam siaran pers yang di terima Media ABI pada Minggu (1/3/26), Kedubes Iran menyampaikan bahwa Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, syahid akibat serangan tersebut. Disebutkan pula bahwa pada hari pertama agresi, beberapa sekolah menjadi sasaran rudal, termasuk sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab yang dilaporkan hancur total dan menewaskan hampir 200 siswi.
Pernyataan itu menilai bahwa Amerika Serikat dan Israel yang menyebut tindakan mereka sebagai bentuk “dukungan terhadap rakyat Iran” sebagai dalih yang tidak berdasar. Kedubes Iran menyebut serangan terhadap sekolah, rumah warga, klub olahraga, dan fasilitas sipil lainnya sebagai bukti kontradiktif terhadap narasi tersebut, terlebih dilakukan pada bulan Ramadan.
Jejak Panjang Ketegangan
Kedutaan Besar Iran juga menguraikan rekam jejak panjang permusuhan Amerika Serikat terhadap Iran yang disebut telah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade. Dokumen itu menyinggung keterlibatan AS dalam kudeta 19 Agustus 1953 terhadap pemerintahan Perdana Menteri Mohammad Mossadegh, serta berbagai kebijakan dan tindakan lanjutan yang dinilai merugikan Iran.
Beberapa peristiwa yang disorot antara lain:
1. Pemberlakuan sanksi ekonomi pasca-Revolusi Islam 1979.
2. Dukungan terhadap rezim Saddam Hussein dalam Perang Iran–Irak (1980–1988), yang disebut menewaskan ratusan ribu orang.
3. Penembakan pesawat penumpang Iran Air oleh kapal perang USS Vincennes pada Juli 1988 yang menewaskan 291 penumpang, termasuk 66 anak-anak.
4. Peningkatan sanksi ekonomi sejak 2010.
5. Pembunuhan seorang komandan senior militer Iran di Baghdad pada Januari 2020.
6. Dukungan terhadap serangan Israel atas Konsulat Iran di Damaskus pada April 2024 serta sejumlah serangan lain sepanjang 2024–2025.
7. Serangan terhadap fasilitas nuklir damai Iran pada Juni 2025.
Selain itu, Kedubes Iran juga menegaskan adanya dukungan terhadap kelompok-kelompok organisasi teroris, serta upaya sistematis menciptakan Islamofobia dan Iranofobia dalam dua dekade terakhir.
Apresiasi terhadap Indonesia
Di bagian akhir pernyataan, Kedutaan Besar Iran menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia atas sikap dan dukungan yang dinilai konsisten terhadap Iran. Kedubes juga menyambut baik kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk berperan dalam upaya mediasi.
“Menegaskan pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel,” demikian penegasan dalam siaran pers tersebut.
Pernyataan ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu mitra diplomatik penting Iran di kawasan Asia Tenggara, sekaligus menunjukkan bahwa eskalasi konflik tidak hanya berdampak regional, tetapi juga memiliki resonansi diplomatik global. [HMP/ABI]
