Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Yaman Peringatkan Negara Arab: Jika Tak Melawan Konspirasi Zionis, Jangan Menjadi Alatnya

Published

on

Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mahdi al-Mashat, memperingatkan negara-negara Arab agar tidak terlibat dalam agenda konspirasi Zionis. (Press TV)

Ahlulbait Indonesia | Kamis, 26 Maret 2026 — Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mahdi al-Mashat, memperingatkan negara-negara Arab agar tidak terlibat dalam agenda konspirasi Zionis di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dan Israel. Dalam pernyataannya, al-Mashat juga menegaskan dukungan penuh Yaman kepada Teheran.

Berbicara pada Rabu, al-Mashat menilai Iran memiliki hak untuk membela diri dari serangan militer yang disebutnya sebagai agresi. Ia menegaskan, dukungan politik Yaman tetap berpihak pada langkah-langkah pertahanan Iran di tengah situasi kawasan yang kian memanas.

“Jika kalian tidak membantu mengalahkan konspirasi Zionis, jangan menjadi alat untuk melaksanakannya,” kata al-Mashat dalam seruannya kepada negara-negara Arab dan dunia Islam.

Al-Mashat juga meyebut bahwa serangan terhadap Iran dipicu kepentingan ekspansionis Israel di kawasan. Pernyataan itu mempertegas posisi politik Sanaa yang sejak awal memandang konflik ini sebagai bagian dari konfrontasi regional yang lebih luas.

Secara terpisah, biro politik Ansarullah pada Rabu juga menyampaikan ucapan selamat kepada Iran atas operasi balasan yang terus berlangsung. Dalam pernyataan resminya, kelompok itu menilai serangan terhadap Iran bertujuan memperkuat dominasi Israel di kawasan.

Ansarullah juga menyatakan Iran sedang “membela kawasan, umat Islam, dan kesucian,” seraya menyerukan perlawanan terhadap Poros Zionis-Amerika.

Sementara itu, Kantor Berita Tasnim News Agency melaporkan Ansarullah berada dalam status siaga penuh dan siap terlibat langsung untuk mendukung Iran jika eskalasi terus meluas. Laporan tersebut mengutip sumber yang disebut mengetahui perkembangan di lapangan.

Menurut laporan itu, salah satu opsi tekanan yang disiapkan adalah pengendalian Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden. Langkah tersebut dinilai berpotensi memengaruhi jalur perdagangan dan stabilitas keamanan kawasan.

Pernyataan dari Yaman menambah sinyal meningkatnya risiko konflik regional, terutama jika kelompok-kelompok sekutu Iran mulai terlibat lebih jauh di berbagai front. []