Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Usai Wawancarai Dubes AS, Jurnalis Tucker Carlson Ditahan Otoritas Israel

Published

on

Usai Wawancarai Dubes AS, Jurnalis Tucker Carlson Ditahan Otoritas Israel

Ahlulbait Indonesia, 19 Februari 2026 — Jurnalis dan pembawa acara Amerika Serikat, Tucker Carlson, beserta timnya dilaporkan ditahan oleh otoritas Israel setelah mewawancarai Duta Besar AS untuk wilayah pendudukan, Mike Huckabee. Insiden ini dipicu oleh pertanyaan kritis Carlson terkait kegagalan perlindungan terhadap umat Kristen di wilayah pendudukan.

Carlson mengungkapkan bahwa dirinya dan timnya menjadi sasaran interogasi di Bandara Ben Gurion sesaat setelah proses wawancara dengan Huckabee selesai, Rabu (18/2/2026).

“Orang-orang yang mengaku sebagai petugas keamanan bandara menyita paspor kami, membawa produser eksekutif kami ke ruangan samping, dan menginterogasi isi pembicaraan kami dengan Duta Besar Huckabee. Itu aneh. Kami sekarang telah meninggalkan negara itu,” tutur Carlson kepada Daily Mail sebagaimana dilaporkan al-Alam.

Negosiasi Diplomatik di Balik Layar
Menurut sumber Daily Mail, Pemerintah Israel awalnya enggan memberikan izin masuk bagi Carlson. Penolakan tersebut memicu negosiasi sensitif dengan Kementerian Luar Negeri AS. Akhirnya, berdasarkan laporan Channel 13 Israel, Pemerintah Israel memutuskan untuk tidak menghalangi masuknya Carlson demi menghindari “insiden diplomatik.”

Baca juga : Reporter Khusus PBB: Penyitaan Tanah-tanah Palestina Bentuk Tindakan Agresi

Sebelum kunjungannya, Carlson memang dikenal kerap mengkritik kebijakan militer Israel di Gaza. Dalam program YouTube-nya pekan lalu, ia secara terbuka menuduh Huckabee gagal menjamin perlindungan yang memadai bagi umat Kristen di wilayah pendudukan.

Huckabee, yang telah menjalin hubungan profesional dengan Carlson selama lebih dari tiga dekade sejak era Fox News, menanggapi kritik tersebut dengan mengundang Carlson langsung ke wilayah pendudukan.

Dimensi Politik Menjelang Pemilu AS
Pertemuan antara Carlson dan Huckabee dilaporkan memiliki dimensi politik yang lebih luas. Menurut IRNA, pertemuan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintahan Trump untuk meredam potensi perpecahan di kalangan konservatif Partai Republik terkait isu Israel menjelang pemilu tengah periode.

Mantan presenter Fox News, Melissa Francis, menyatakan bahwa Trump secara khusus meminta Carlson dan tokoh Partai Republik lainnya untuk meredam perselisihan internal mengenai Israel guna menjaga soliditas koalisi.

Insiden penahanan ini terjadi di tengah menurunnya popularitas Israel di kalangan pemilih muda Republik dan pendukung Trump, yang disebut-sebut berada pada level terendah sepanjang sejarah.

Carlson sendiri sempat mengunggah foto dirinya bersama mitra bisnisnya, Neil Patel, di depan Bandara Ben Gurion melalui platform media sosial X dengan caption singkat, “Hello from Israel,” sebelum akhirnya menghadapi pemeriksaan intensif dari otor setempat. [HMP/ABI]

Baca juga : Pemimpin Tertinggi Iran: Senjata Penenggelam Kapal Induk AS Lebih Berbahaya