Internasional
Serangan AS–Israel Targetkan Gedung IRIB di Teheran, Siaran Tetap Berjalan
Ahlulbait Indonesia | 2 Maret 2026 — Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel menargetkan salah satu gedung milik Channel 2 di kompleks Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) di Teheran, Minggu. Fasilitas yang berada di Jalan Alvand itu terdampak serangan, sementara operasional siaran nasional dilaporkan tetap berlangsung.
Laporan awal disiarkan oleh Press TV pada Senin (2/3/2026). IRIB menyatakan seluruh saluran, termasuk Channel 2, tetap mengudara tanpa gangguan signifikan. Tidak ada laporan terhentinya transmisi televisi secara menyeluruh.
“Kami terus menayangkan program seperti biasa. Tidak ada gangguan besar pada sistem siaran,” demikian pernyataan resmi lembaga penyiaran tersebut.
Perkembangan serupa dilaporkan Tasnim News Agency. Kantor berita itu menyebut siaran televisi berjalan normal, sementara tim teknis IRIB melakukan penilaian terhadap dampak serangan. Evaluasi kerusakan masih berlangsung.
Baca juga : Hizbullah Serang Situs Militer Israel di Haifa, Balas Gugurnya Imam Khamenei dan Bela Lebanon
Hasil pemeriksaan awal dari departemen pengembangan teknologi IRIB menunjukkan gangguan bersifat singkat. Pemirsa yang mengalami kendala diminta memindai ulang perangkat penerima untuk memulihkan akses saluran. Pihak lembaga memastikan studio televisi tidak mengalami kerusakan dan operasional rutin tetap berjalan.
Di sisi lain, sejumlah pengamat menyebut serangan tersebut sebagai “kejahatan perang” dan bagian dari eskalasi terbaru antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Hingga laporan ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Washington maupun Tel Aviv terkait rincian operasi.
Ketegangan di kawasan meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Serangan terbaru ini mengikuti insiden sebelumnya pada Juni lalu ketika markas besar IRIB di Teheran juga menjadi sasaran. Saat itu, sedikitnya tiga jurnalis dilaporkan tewas.
Situasi masih berkembang. Otoritas Iran belum merilis data rinci mengenai kerusakan fisik maupun potensi korban dalam insiden terbaru tersebut. [HMP/ABI]
Baca juga : IRGC Ungkap Detail Penargetan Kapal Abraham Lincoln
