Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Rudal IRGC Hantam Pusat Data Amazon, Janji “Membutakan” AS dan Israel

Published

on

Gambar yang diambil Press TV pada 4 Maret 2026 ini menunjukkan dampak langsung dari serangan balasan yang dilancarkan terhadap wilayah pendudukan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Ahlulbait Indonesia | 5 Maret 2026 — Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengumumkan fase baru serangan balasan terhadap Israel dan Amerika Serikat. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah meluncurkan tahap ke-17 dari Operasi Janji Sejati 4, operasi militer yang menargetkan kepentingan Israel dan AS di berbagai wilayah kawasan.

Mengutip laporan Press TV pada Rabu malam (4/3/2026), IRGC mengumumkan perkembangan operasi tersebut melalui pernyataan resmi pada hari kelima sejak dimulainya serangan balasan Iran. Operasi itu disebut sebagai respons terhadap agresi tanpa provokasi yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran.

Dalam pernyataannya, IRGC menyebut telah menghancurkan sejumlah sistem radar canggih milik Amerika Serikat dan Israel.

“Dengan keberhasilan penghancuran lebih dari tujuh radar canggih, mata Amerika dan rezim Zionis yang menguasai kawasan ini telah dibutakan,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Tembus Sistem Pertahanan THAAD

IRGC juga menyatakan serangan tersebut berhasil menembus sistem pertahanan rudal THAAD milik Amerika Serikat yang dikerahkan untuk melindungi Israel dari serangan balasan Iran.

Sejumlah target strategis disebut berhasil dihantam, termasuk gedung kementerian pertahanan Israel serta Bandara Ben Gurion, bandara internasional tersibuk di negara tersebut.

Menurut IRGC, keberhasilan operasi itu tercermin dari sirene peringatan yang terus berbunyi di berbagai wilayah Israel, sementara para pemukim berlindung di tempat penampungan.

Sirene tersebut, menurut pernyataan itu, telah terdengar hampir tanpa henti selama sekitar 100 jam terakhir.

Kondisi tersebut disebut menunjukkan “ritme peluncuran proyektil Iran yang stabil dan terkendali” dalam menjalankan pembalasan terhadap pihak yang disebut sebagai penjahat teroris.

IRGC juga memperingatkan bahwa serangan berikutnya akan semakin besar.

“Dalam beberapa hari mendatang, serangan akan menjadi lebih intens dan meluas,” demikian pernyataan tersebut.

Ratusan Rudal dan Drone Diluncurkan

Sejak dimulainya operasi, IRGC menyatakan telah meluncurkan ratusan rudal balistik dan drone bermuatan bahan peledak menuju target yang disebut sensitif dan strategis di kawasan.

Target-target tersebut mencakup sejumlah lokasi di Tel Aviv serta al-Quds (Yerusalem Timur) yang berada di bawah pendudukan Israel.

Selain itu, operasi tersebut juga disebut menargetkan pos-pos militer dan kepentingan Amerika Serikat di berbagai negara kawasan, termasuk Kuwait, Bahrain, dan Qatar.

Penargetan Kapal Induk AS

Dalam pernyataan yang sama, IRGC juga menyebut unit Korps Marinir Iran menargetkan kapal induk USS Abraham Lincoln milik Angkatan Laut Amerika Serikat serta sebuah kapal perusak Amerika di Samudra Hindia.

Penargetan tersebut disebut sebagai bagian dari rangkaian operasi balasan terhadap kepentingan militer Amerika Serikat di kawasan.

Serangan ke ‘Pusat Data Terbesar’ AS di Kawasan

Pada hari Rabu juga, IRGC mengumumkan telah melancarkan “serangan kritis” terhadap pusat data Amerika terbesar di kawasan. Mereka mengidentifikasi targetnya sebagai pusat data Amazon di Bahrain, dengan mengatakan serangan itu dilakukan untuk mengidentifikasi peran yang dimainkan oleh pusat-pusat ini dalam mendukung aktivitas militer dan intelijen musuh.

Menurut laporan resmi Amazon, kerusakan yang cukup parah telah terjadi di pusat tersebut.

Kantor regional Amazon di Bahrain, yang dibuka pada tahun 2019, dianggap sebagai pintu gerbang bagi layanan cloud canggih Amazon ke negara-negara Teluk Persia dan tempat lain di seluruh Asia Barat. [HMP/ABI]