Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Robert De Niro Kobarkan Api Perlawanan Ajak Warga Amerika Turun ke Jalan dalam Protes Nasional Lawan Trump

Published

on

Aktor peraih Academy Award dan aktivis politik veteran, Robert De Niro, memimpin protes "No Kings" di AS menentang Presiden Donald Trump. (Foto: Press TV)

Ahlulbait Indonesia | Kamis, 26 Maret 2026 — Aktor senior Amerika Serikat, Robert De Niro, menyerukan warga untuk turun ke jalan dalam aksi nasional “No Kings” yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret, sebagai bentuk protes terhadap Presiden Donald Trump dan arah politik Amerika Serikat saat ini.

Seruan itu disampaikan De Niro dalam panggilan awal bersama para penyelenggara demonstrasi nasional, di tengah meningkatnya polarisasi politik domestik dan kritik terhadap kebijakan luar negeri pemerintahan Trump. Menurut laporan yang dikutip Press TV pada Kamis (26/3), aksi tersebut diposisikan sebagai mobilisasi damai untuk membela kebebasan sipil dan institusi demokrasi.

“Saya Robert De Niro, dan saya mengajak Anda dan jutaan warga negara kita lainnya untuk bergabung dengan saya dalam protes damai ‘No Kings’ pada hari Sabtu, 28 Maret,” kata De Niro dalam pernyataan video.

Bandingkan Situasi AS Saat Ini dengan Revolusi Amerika

Dalam pesannya, De Niro menarik garis historis antara situasi politik Amerika saat ini dan semangat perlawanan era Revolusi Amerika. Ia merujuk pada perlawanan koloni Amerika terhadap Raja George III, lalu mengaitkannya dengan apa yang ia anggap sebagai ancaman baru terhadap demokrasi.

“Ketika Raja George, seorang tiran gila dan sakit jiwa, dan Parlemennya yang sewenang-wenang mengancam kebebasan kita dan semangat Amerika, kita tidak tinggal diam. Tidak, kita turun ke jalan, dan bangsa kita lahir,” ujarnya.

Dalam pernyataan lain yang lebih keras, De Niro juga menyindir kepemimpinan politik saat ini.

“Kini, 250 tahun kemudian, seorang despot yang sakit jiwa lainnya telah muncul: seorang ‘raja wannabe’ yang korup dan Kongresnya yang pengecut,” katanya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan nada politik De Niro yang semakin terbuka, terutama dalam konteks meningkatnya kekhawatiran sebagian kelompok masyarakat sipil terhadap arah demokrasi Amerika.

Aksi “No Kings” Digelar Serentak di Berbagai Kota

Aksi “No Kings” dijadwalkan berlangsung serentak di berbagai kota di Amerika Serikat pada Sabtu. Penyelenggara memperkirakan demonstrasi akan diikuti massa dalam jumlah besar, seiring meningkatnya mobilisasi kelompok progresif, aktivis sipil, dan jaringan anti-perang.

Seruan terbaru ini datang hampir enam bulan setelah De Niro sebelumnya juga mendukung mobilisasi serupa yang menentang kepemimpinan Trump dan kebijakan luar negerinya. Dalam pernyataan terdahulu yang dibagikan melalui akun Indivisible Project, De Niro juga mengaitkan gerakan tersebut dengan semangat anti-monarki dalam sejarah awal berdirinya Amerika Serikat.

“Rakyat Amerika memutuskan bahwa mereka tidak ingin hidup di bawah pemerintahan Raja George III,” kata De Niro dalam video sebelumnya.

Muncul di Tengah Kritik terhadap Perang Iran

Keterlibatan De Niro kali ini muncul di tengah meningkatnya kritik domestik terhadap perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sejak 28 Februari 2026. Eskalasi konflik luar negeri dinilai ikut memperkeras perdebatan politik di dalam negeri, terutama terkait peran Washington dalam konflik kawasan dan dampaknya terhadap stabilitas demokrasi domestik.

Seruan “No Kings” pada akhirnya tidak hanya dibaca sebagai aksi protes terhadap satu figur politik, tetapi juga sebagai penanda meningkatnya ketegangan antara kekuasaan negara, oposisi sipil, dan ruang demokrasi di Amerika Serikat. []