Internasional
Reporter Khusus PBB: Penyitaan Tanah-tanah Palestina Bentuk Tindakan Agresi
Ahlulbait Indonesia, 19 Februari – Pelapor Khusus PBB untuk hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki, Fransesca Albanese mengecam keputusan Pendudukan dalam memperluas penyitaan tanah di Tepi Barat. Dia menekankan bahwa berdasarkan hukum internasional, tindakan-tindakan ini dapat dianggap sebagai tindakan agresi.
“Tindakan Israel baru-baru ini terkait Tepi Barat bukanlah reformasi administratif, melainkan langkah-langkah sengaja untuk mengkonsolidasikan aneksasi de facto dan permanen atas tanah-tanah tersebut. Proses ini berlangsung di saat pelaku tindakan tersebut tetap kebal dari hukuman, padahal itu dilakukan di hadapan komunitas internasional,” kata Albanese, dikutip al-Alam dari PalToday pada Kamis 19 Februari. Menurut Albanese, aneksasi tanah warga Palestina ke Wilayah yang Diduduki merupakan pelanggaran jelas terhadap hukum internasional. Dia memperingatkan bahwa kelanjutan kebijakan ini mengancam prospek solusi yang adil dan berkelanjutan.
Pernyataan Albanez muncul saat Rezim Israel mempercepat langkah-langkah di lapangan untuk menganeksasi tanah Palestina. Aksi ini telah meningkatkan kekhawatiran internasional tentang masa depan Tepi Barat dan konsekuensi politik serta kemanusiaannya.
Baca juga : Usai Wawancarai Dubes AS, Jurnalis Tucker Carlson Ditahan Otoritas Israel
Sikap Albanese pekan lalu dalam seminar al-Jazeera tentang genosida dan Rezim Israel di Doha memicu reaksi dari Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrot. Dia pun menyerukan pengunduran diri Albanese.
Menteri Prancis tersebut mengecam pernyataan Albanese, dengan menyebutnya “memalukan dan layak dicela.”
Menanggapi pernyataan Barrot, Albanese dalam wawancara dengan al-Jazeera menegaskan,“Negara-negara yang mereka sendiri telah melanggar hukum internasional dan gagal mengutuk genosida tidak perlu menguliahi saya.”
Albanese telah menyeru negara-negara Barat untuk membahas laporan-laporan yang diajukan mengenai pelanggaran yang dilakukan oleh Rezim Israel, daripada menargetkan dirinya secara pribadi.
Dia menambahkan bahwa pembahasan seharusnya berfokus pada isi laporan-laporan tersebut, bukan pada orangnya.
Albanese menjelaskan bahwa ia menjadi sasaran kampanye fitnah karena mengutuk perang genosida Rezim Israel terhadap Gaza dan Tepi Barat. [HMP]
Baca juga : Pemimpin Tertinggi Iran: Senjata Penenggelam Kapal Induk AS Lebih Berbahaya
