Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Qalibaf: Entitas Pendudukan dan Amerika akan Membayar Mahal

Published

on

Ahlulbait Indonesia | 2 Maret 2026 – Ketua Majelis Permusyawaratan Islam, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan entitas pendudukan dan Amerika akan membayar mahal atas tindakan mereka menargetkan Pemimpin Revolusi Islam.

Dalam pesan yang disiarkan stasiun Televisi Al-Manar pada Minggu malam (1/3/2026), Qalibaf menyampaikan peringatan keras kepada pihak yang ia sebut sebagai musuh Iran. “Kami akan memberikan pukulan telak kepada kalian hingga kalian berlutut memohon ampun,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Kami akan meminta pertanggungjawaban entitas Zionis dan Amerika karena telah melanggar batas dengan menargetkan pemimpin revolusi, dan mereka akan membayar mahal atas tindakan teroris yang mereka lakukan.” Qalibaf juga menekankan kelanjutan jalan almarhum Imam Khomeini dan Imam Ali Khamenei yang syahid.

Qalibaf mengenang gugurnya Hajj Qassim Soleimani. “Ketika Hajj Qassim Soleimani gugur sebagai syahid, saya merasa seperti sedang menjalani hari-hari terburuk dalam hidup saya. Seolah-olah dunia telah berakhir. Tetapi saya tidak pernah membayangkan bahwa akan datang suatu hari ketika saya akan menghadapi situasi yang lebih pahit daripada hari itu.”

Ia berharap dapat berbicara lebih jauh mengenai kedalaman dan keagungan sosok yang ia sebut sebagai tokoh Ilahi dan mujahidin tersebut. Menurutnya, Imam Khamenei merupakan figur sentral dalam Revolusi Islam dan sosok yang ia dampingi selama hampir lima dekade. “Tidak terbayangkan bahwa saya akan menjalani hari-hari di mana Pemimpin Tertinggi tidak berada di sisi kita,” katanya.

Qalibaf menyatakan keyakinannya terhadap kepemimpinan tersebut berakar pada pandangan teologis yang ia yakini. Ia menegaskan pengabdian kepada pemimpin revolusi dipandang sebagai bagian dari komitmen ideologis yang tidak pernah diragukan.

Ia juga menjelaskan seluruh skenario telah dipersiapkan, termasuk setelah kesyahidan Imam Ali Khamenei. “Kami telah mempersiapkan diri untuk semua skenario, dan rencana telah dibuat bahkan untuk setelah kesyahidan Imam Khamenei,” ujarnya.

Menurut Qalibaf, pembentukan dewan kepemimpinan sementara akan memperkuat persatuan antara rakyat, pejabat, dan angkatan bersenjata. Ia menegaskan militer Iran tidak akan mundur dan selama ini baru menunjukkan sebagian kecil dari kapasitasnya.

Dalam pesannya, Qalibaf turut menyampaikan peringatan kepada Benjamin Netanyahu dan Donald Trump. Ia menyatakan keduanya telah melampaui batas dengan menargetkan pemimpin Revolusi Islam dan akan menghadapi konsekuensi berat.

“Kita tidak hanya berperang untuk mempertahankan eksistensi, tetapi waktunya telah tiba bagi letusan gunung berapi pembalasan terakhir,” tegasnya.[HMP/ABI]