Internasional
Pentagon Retak dari Dalam saat Eskalasi Iran, Kepala Staf Angkatan Darat AS Dicopot
Ahlulbait Indonesia | 3 April 2026 — Di saat Amerika Serikat terus meningkatkan tekanan terhadap Iran, gejolak justru muncul dari dalam tubuh militernya sendiri. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dilaporkan memecat Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Randy George, Kamis, 2 April 2026, menurut CNN.
Yang bikin banyak orang bertanya-tanya adalah waktunya tak biasa. Di tengah ketegangan yang meninggi dengan Iran, Washington malah sibuk membersihkan rumah sendiri.
Hubungan George dan Pete Hegseth disebut-sebut sudah tak sehat sejak beberapa bulan terakhir. Sumber menyebut mereka berselisih soal kebijakan personel, promosi perwira, hingga ketegangan di jajaran pimpinan tertinggi AD.
Tak cuma George yang kena. Dua perwira tinggi lain, Jenderal David Hodne dan Mayor Jenderal William Green, juga ikut dicopot. Jadi ini jelas bukan soal rotasi biasa.
Puncaknya terjadi ketika Hegseth diduga mencoba menghambat promosi empat perwira ke pangkat brigadir jenderal. Berbulan-bulan dia mendesak George dan Menteri AD Daniel Driscoll untuk mencoret nama-nama itu dari daftar promosi. Tapi permintaan itu ditolak.
Para perwira militer AS bilang penolakan itu murni didasari penilaian profesional. Menurutnya keempat perwira tersebut punya rekam jejak bagus dan layak naik pangkat. Sejak saat itu, hubungan mereka semakin retak.
Rumor tentang pemecatan George sebenarnya sudah berembus beberapa waktu. Dan pada Kamis sore waktu setempat, George akhirnya menerima telepon langsung dari Hegseth yang bilang posisinya akan diganti.
Penggantinya kemungkinan besar Letjen Christopher LaNeve, yang selama ini jadi asisten militer senior Hegseth di Pentagon.
Yang tak kalah menarik adalah timing-nya. Beberapa hari terakhir, aktivitas militer AS di Timur Tengah meningkat drastis, khususnya yang berkaitan dengan Iran. Meskipun tekanan utama ada di Angkatan Laut dan Udara, Angkatan Darat tetap punya peran vital, dari pertahanan udara, dukungan logistik, sampai kesiapan tempur jika konflik benar-benar meletus.
Bahkan ada laporan bahwa ribuan tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82. Salah satu unit paling siap tempur di AS dilaporkan sudah mulai digerakkan ke Timur Tengah.
Jadi pencopotan George ini rasanya terlalu naif kalau hanya dilihat sebagai urusan internal semata.
Sejak menjabat tahun 2023, George dikenal sebagai sosok yang berhasil membawa AD keluar dari krisis rekrutmen terparah pada 2024. Di tangannya, Angkatan Darat mulai modernisasi dengan membeli drone murah, adaptasi senjata baru, dan ubah doktrin tempur dengan mengambil banyak pelajaran dari perang Ukraina.
Lalu sekarang dia dicopot. Pertanyaannya, apakah Pentagon sedang memperkuat rantai komando, atau justru sedang “membersihkan” mereka yang tak sejalan dengan Trump?
Sampai berita ini diturunkan, Pentagon belum memberikan penjelasan resmi soal alasan pemecatan ini. Banyak detail yang beredar juga belum bisa dipastikan kebenarannya. Tapi satu hal yang jelas, bahwaretakan di pusat komando militer AS sudah tak bisa disembunyikan lagi. Di saat Washington keras di luar, justru di dalam mulai berantakan. []
