Internasional
Pasukan Quds IRGC Ancam Balasan: “Pintu Api” Akan Dibuka untuk Israel dan AS
Ahlulbait Indonesia | 12 Maret 2026 — Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan keras terhadap Amerika Serikat dan Israel. Unit elite tersebut berjanji melanjutkan serangan balasan dan memperingatkan musuh tidak akan merasa aman, bahkan di wilayah mereka sendiri.
Dalam pernyataan resmi pada Rabu (11/3/2026), seperti dilaporkan Press TV, Pasukan Quds mengecam operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada akhir Februari. IRGC menilai tindakan tersebut melanggar hukum internasional serta nilai kemanusiaan.
Pernyataan tersebut juga menyinggung gugurnya Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat militer senior dan warga sipil Iran dalam rangkaian serangan terbaru.
Meski menghadapi tekanan militer, Pasukan Quds menyebut Republik Islam Iran dan sekutunya di kawasan tetap mempertahankan komitmen perlawanan. Menurut pernyataan itu, tekanan militer justru memperkuat tekad kelompok yang berada dalam Poros Perlawanan regional.
IRGC Tegaskan Komitmen Perlawanan
Pasukan Quds menegaskan komitmen untuk melanjutkan perjuangan melawan Amerika Serikat dan Israel.
“Setelah musuh melanggar semua batas kemanusiaan dan hukum internasional, kami menganggapnya sebagai kewajiban agama untuk terus berjuang dengan kekuatan penuh,” demikian isi pernyataan tersebut.
Pasukan Quds juga menyampaikan ancaman balasan terbuka terhadap kedua negara.
“Kami akan membuka pintu api bagi mereka dan tidak akan beristirahat sampai musuh dikalahkan,” bunyi pernyataan itu.
IRGC juga memperingatkan situasi keamanan bagi pihak yang dianggap sebagai musuh akan berubah secara drastis.
“Musuh harus mengetahui masa nyaman mereka telah berakhir. Mereka tidak akan memiliki keamanan di mana pun di dunia, bahkan di dalam negeri mereka sendiri,” tulis pernyataan tersebut.
Baca juga : IRGC dan Hizbullah Serang 50 Target di Israel dalam Gelombang ke-40 Operasi “Janji Sejati 4”
Pesan kepada Dunia Muslim
Dalam bagian lain, Pasukan Quds menyampaikan pesan kepada komunitas Muslim global dan para pendukung gerakan Perlawanan.
“Kami tidak akan berhenti melawan sampai kesombongan global dan Zionisme internasional dihilangkan. Kami akan membalaskan penderitaan rakyat tertindas dan para syuhada dari para penindas,” tulis pernyataan tersebut.
Pernyataan tersebut juga memuat sumpah kesetiaan kepada pemimpin Iran yang gugur.
“Imam kami, kami tetap berkomitmen pada janji yang telah kami buat kepada Anda,” bunyi pernyataan itu.
Serangan Balasan IRGC Berlanjut
Pernyataan Pasukan Quds muncul di tengah rangkaian serangan balasan IRGC terhadap target Amerika Serikat dan Israel di berbagai wilayah.
Sejak dimulainya konflik terbaru, IRGC melaporkan sedikitnya 39 gelombang serangan yang menargetkan sejumlah lokasi strategis.
Target tersebut antara lain Tel Aviv, al-Quds yang diduduki, pelabuhan Haifa, serta kota Be’er Sheva yang dikenal sebagai pusat teknologi Israel.
Selain itu, sejumlah fasilitas dan kepentingan Amerika Serikat di kawasan juga menjadi sasaran serangan. Target yang disebut meliputi instalasi militer dan pos strategis di Qatar, Kuwait, serta Bahrain. []
Baca juga : CBS News: Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Kuwait Lebih Parah dari yang Dilaporkan
