Internasional
Para Maraji dan Ulama Besar Sambut Terpilihnya Ayatullah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Baru Iran
Ahlulbait Indonesia | 16 Maret 2026 — Sejumlah maraji dan ulama besar dunia Syiah menyampaikan dukungan atas terpilihnya Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Revolusi Islam Iran yang baru.
Pernyataan tersebut muncul setelah Majelis Pakar Iran (Majles-e Khobregan) menetapkan Ayatullah Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin penerus pasca syahidnya Imam Ali Khamenei. Para ulama menilai keputusan itu penting untuk menjaga stabilitas Republik Islam Iran di tengah situasi yang sensitif.
Tokoh-tokoh yang telah menyampaikan pesan antara lain Ayatullah Agung Naser Makarem Shirazi, Ayatullah Abdullah Javadi Amoli, Ayatullah Hossein Noori Hamadani, Ayatullah Jafar Sobhani, Ayatullah Sayyid Ali Sistani, Ayatullah Sayyid Muhammad Taqi al-Modarres, Ayatullah Shuberi Zanjani, dan Ayatullah Mazahari.
Dukungan atas keputusan Majelis Pakar
Ayatullah Naser Makarem Shirazi menilai keputusan Majelis Ahli sebagai langkah tepat dalam situasi yang kritis.
“Majelis Pakar, pada masa yang sangat kritis ini, dengan keputusan yang tepat waktu telah menunaikan kewajiban agama dan hukumnya,” kata Ayatullah Makarem.
Menurutnya, pemilihan Ayatullah Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin ketiga Revolusi Islam menunjukkan Majelis Pakar telah menjalankan tanggung jawabnya.
Ulama senior tersebut juga menyerukan persatuan nasional.
“Sekarang saatnya rakyat Iran dan seluruh pilar Republik Islam melanjutkan jalan Revolusi dengan persatuan dan keteguhan melalui kesetiaan kepada pemimpin baru.”
Ayatullah Makarem sekaligus menyampaikan belasungkawa atas syahidnya pemimpin Revolusi Islam, para komandan militer, serta korban sipil.
Harapan stabilitas dan keberlanjutan Revolusi
Ayatullah Jafar Sobhani menyebut keputusan Majelis Ahli dalam memilih pemimpin baru sebagai langkah yang patut diapresiasi.
“Dalam situasi yang sensitif ini, tindakan Majelis Pakar dalam memilih Pemimpin Revolusi Islam yang baru patut dipuji,” kata Sobhani.
Ulama tersebut berharap kepemimpinan baru mampu menjalankan tanggung jawab dalam melayani agama, sistem Islam, dan negara.
Sementara itu Ayatullah Hossein Noori Hamadani menilai pemimpin baru memiliki kriteria kepemimpinan yang diperlukan, termasuk ijtihad, keberanian, ketakwaan, kesadaran terhadap situasi zaman, serta kemampuan manajerial.
Ayatullah Noori Hamadani juga menekankan pentingnya mempertahankan prinsip Velayat-e Faqih sebagai pilar utama Republik Islam Iran.
Menurut ulama tersebut, rakyat Iran dan para pejabat negara perlu menjaga persatuan nasional dan melanjutkan jalan Revolusi Islam.
Pesan dari Ulama Syiah
Sementara Ayatullah Sayyid Ali al-Sistani menyampaikan penghormatan kepada pemimpin Iran yang syahid, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.
Dalam pesannya, ulama Irak tersebut berharap pemimpin baru berhasil melayani bangsa Iran, menghadapi ancaman musuh, serta menjaga persatuan nasional.
Sementara Ayatullah Abdullah Javadi Amoli menekankan pentingnya kesinambungan kepemimpinan dalam kerangka konsep Imamah dan Ummah, yang disebut sebagai salah satu karunia spiritual bagi umat Islam.
Doa Bagi Kepemimpinan Baru
Ayatullah Mazahari menyebut pemilihan Ayatullah Mojtaba Khamenei sebagai langkah penting setelah kemartiran pemimpin sebelumnya.
Ayatullah Mazahari berdoa agar kepemimpinan baru mampu menegakkan keadilan, memperkuat nilai-nilai spiritual, menjaga persatuan nasional, serta menghadapi tekanan dari musuh-musuh Iran.
Pesan serupa datang dari Ayatullah Shuberi Zanjani, yang mendoakan keberhasilan pemimpin baru dalam memimpin Republik Islam Iran.
Ayatullah Zanjani berharap keamanan dan perdamaian kembali menguat di dunia Islam serta rencana jahat musuh dapat digagalkan. []
