Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Panglima Angkatan Bersenjata Iran Perintahkan Respons Total jika Musuh Luncurkan Operasi Darat

Published

on

Panglima Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Hatami, memerintahkan kesiapan penuh seluruh unsur militer Iran untuk menghadapi kemungkinan operasi darat musuh. (Dok: Farsnews Agency)

Ahlulbait Indonesia | 2 April 2026 — Panglima Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Hatami, memerintahkan kesiapan penuh seluruh unsur militer Iran untuk menghadapi kemungkinan operasi darat musuh, di tengah meningkatnya ancaman terhadap Republik Islam.

Menurut laporan Fars News Agency pada Kamis (2/4), perintah itu disampaikan Hatami dalam sambungan komando dengan para pimpinan pasukan dan markas operasional Angkatan Bersenjata Iran di berbagai wilayah negara tersebut.

Dalam arahannya, Hatami menegaskan bahwa militer Iran berada dalam kesiapan penuh, baik dalam dimensi ofensif maupun defensif, untuk merespons setiap tindakan yang disebutnya sebagai “agresi musuh”.

Dia memerintahkan seluruh komando darat, udara, laut, dan pertahanan udara untuk memantau setiap pergerakan lawan dengan kewaspadaan maksimal, serta menyiapkan pelaksanaan rencana respons sesuai perkembangan situasi di lapangan.

“Jika musuh melancarkan operasi darat, tidak satu pun dari mereka boleh keluar hidup-hidup,” kata Hatami, seperti dikutip Farsnews.

Pernyataan itu menandai salah satu pesan militer paling keras yang disampaikan Teheran dalam beberapa waktu terakhir, seiring meningkatnya ketegangan regional dan ancaman terbuka dari Amerika Serikat serta Israel terhadap Iran.

Hatami mengatakan strategi Iran tetap jelas, yakni memastikan ancaman perang tidak terus menggantung di atas rakyat Iran, sementara pihak yang memicu eskalasi tetap menikmati keamanan.

“Tidak bisa ada wilayah yang aman sementara rakyat kami tidak hidup dalam keamanan. Kami tidak akan melepaskan musuh sampai tujuan yang telah digariskan tercapai,” ujarnya.

Selain menyoroti aspek militer, Hatami juga memberi tekanan pada dimensi politik dari konfrontasi yang sedang berlangsung. Menurutnya, ancaman terhadap Iran tidak lagi terbatas pada serangan militer atau tekanan keamanan, tetapi juga menyasar eksistensi negara itu secara lebih luas.

Secara khusus Hatami menyinggung pernyataan Presiden Amerika Serikat terkait “perubahan peta Iran” setelah perang. Menurut Hatami, pernyataan semacam itu memperlihatkan tujuan yang lebih besar dari blok Amerika dan Israel terhadap Iran.

Bagi Teheran, ancaman tersebut dipandang bukan hanya sebagai upaya melemahkan kapasitas pertahanan, tetapi juga sebagai bagian dari tekanan yang menyasar identitas, stabilitas, dan keberlangsungan Iran sebagai negara berdaulat.

Karena itu, Hatami menyerukan mobilisasi nasional yang lebih luas dan mengatakan kesadaran publik Iran terhadap ancaman saat ini harus diterjemahkan ke dalam daya tahan politik, kesiapan sosial, dan keteguhan nasional.

Hatami juga merujuk pada slogan “Semua untuk Iran” sebagai garis mobilisasi nasional yang, menurutnya, harus dipertahankan sampai tujuan akhir tercapai.

Pada bagian akhir, Hatami menyinggung kampanye rakyat “Jan Fada baraye Iran” atau “Berkorban Nyawa untuk Iran”, yang berkembang bersamaan dengan ancaman terhadap pesisir, pulau, dan perbatasan Iran.

Menurutnya, seluruh personel Angkatan Bersenjata Iran memandang diri mereka sebagai bagian dari rakyat yang siap berdiri di garis pengorbanan demi mempertahankan keutuhan wilayah negara.

“Seluruh prajurit Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran berdiri dengan seluruh kemampuan mereka, dan dengan pengorbanan jiwa jika diperlukan, untuk mempertahankan keutuhan wilayah dan kehormatan Iran,” katanya.

Pernyataan Hatami memperlihatkan sikap Teheran yang kian tegas dalam menghadapi kemungkinan eskalasi. Pesan yang ingin dikirim tampak jelas: jika konflik dipaksa bergerak ke fase invasi darat, Iran menegaskan akan menjawabnya dengan perang penuh. []