Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

“No War with Iran”: Gelombang Demonstrasi Anti-Perang Meluas di Seluruh Amerika Serikat

Published

on

“No War with Iran”: Gelombang Demonstrasi Anti-Perang Meluas di Seluruh Amerika Serikat
Para demonstran antiperang berunjuk rasa di seluruh AS pada hari Minggu, termasuk Washington, DC, untuk menentang serangan militer Washington terhadap Iran. (Foto: Press TV)

Ahlulbait Indonesia | 8 Maret 2026 — Ribuan warga Amerika pada Minggu (8/3) turun ke jalan di berbagai kota besar di Amerika Serikat, termasuk Washington, New York, dan Los Angeles, untuk menuntut penghentian perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta menyerukan gencatan senjata segera.

Menurut laporan Press TV, di New York City para demonstran berbaris melewati Trump Tower, membawa spanduk yang menyebut Presiden Donald Trump sebagai “penjahat perang” dan menuntut penghentian segera operasi militer terhadap Iran.

Aksi serupa juga berlangsung di Los Angeles, di mana ribuan orang berkumpul dalam demonstrasi besar sambil meneriakkan slogan menentang apa yang mereka sebut sebagai “perang tanpa akhir dan tidak bermoral”. Sementara di Chicago, massa berkumpul di kawasan pusat kota dan Federal Plaza, meneriakkan slogan “No War on Iran.”

Demonstrasi anti-perang juga dilaporkan terjadi di sejumlah kota besar lainnya seperti Boston, San Francisco, Atlanta, Miami, Denver, Minneapolis, Las Vegas, Philadelphia, dan Seattle.

Gelombang protes bahkan meluas ke kota-kota yang lebih kecil. Aksi demonstrasi dilaporkan berlangsung di Akron, Aliso Viejo, Anchorage, Asheville, Baltimore, serta puluhan kota lainnya termasuk Cincinnati, Columbia, dan San Diego.

Baca juga : Iran: Serangan AS–Israel ke Fasilitas Energi Sama dengan “Perang Kimia” terhadap Warga Sipil

Sejumlah jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa dukungan publik terhadap perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah merosot tajam hingga di bawah 30 persen di Amerika Serikat.

Menurut kelompok penyelenggara, di antaranya ANSWER Coalition, CodePink, dan National Iranian American Council (NIAC), aksi demonstrasi ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menekan Kongres AS dan pemerintahan Donald Trump agar menghentikan perang yang mereka sebut sebagai tidak sah, yang hingga kini dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.200 orang di Iran.

Gelombang protes tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh politik. Anggota Kongres Rashida Tlaib, misalnya, secara terbuka mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sebagai bentuk “penghasutan perang yang ilegal.”

Gelombang demonstrasi ini menyoroti semakin lebarnya jarak antara kebijakan luar negeri Washington dan sentimen publik di dalam negeri. Sejumlah pengamat menilai bahwa jika konflik dengan Iran terus meningkat, tekanan domestik terhadap pemerintah AS dapat semakin menguat, terutama ketika perang berpotensi meluas ke berbagai titik strategis di Timur Tengah yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika.

Dalam sejarah politik Amerika Serikat, gerakan anti-perang sering kali memainkan peran penting dalam membentuk arah kebijakan luar negeri, terutama ketika biaya politik, ekonomi, dan militer dari sebuah konflik mulai dirasakan oleh masyarakat. Jika mobilisasi publik terus meluas, tekanan terhadap Kongres dan pemerintah untuk mencari jalur diplomasi dalam konflik Iran–AS–Israel diperkirakan akan semakin meningkat dalam waktu dekat. []

Baca juga : Ayatullah Arafi: Negara Kawasan Harus Blokir Wilayahnya dari AS–Israel Jika Ingin Aman dari Serangan Iran

Continue Reading