Internasional
Media AS Soroti Jet Tempur yang Ditembak Iran, Insiden Langka dalam Dua Dekade
Ahlulbait Indonesia | 6 April 2026 — Penembakan pesawat tempur Amerika Serikat oleh Iran dalam konflik terbaru menjadi sorotan media Amerika, yang menilainya sebagai salah satu insiden tempur paling langka dalam lebih dari dua dekade terakhir.
Mengutip Press TV, Minggu (5/4/2026), jatuhnya jet tempur F-15E dan pesawat serang A-10 dinilai menandai salah satu kasus langka ketika pesawat tempur AS ditembak jatuh oleh tembakan musuh sejak invasi Irak pada 2003.
Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya operasi militer Amerika di wilayah Iran dalam beberapa pekan terakhir. Dalam periode tersebut, serangan balasan Iran dilaporkan berlangsung hampir setiap hari terhadap jet tempur dan drone yang beroperasi di wilayah udaranya.
Dalam perkembangan terbaru, sebuah jet tempur F-15E ditembak jatuh di wilayah Iran, memicu operasi pencarian dan penyelamatan terhadap awaknya. Salah satu awak disebut berhasil dievakuasi, sementara upaya penyelamatan lainnya berlangsung di tengah situasi tempur yang masih aktif.
Selain itu, pesawat serang A-10 juga dilaporkan jatuh setelah terkena tembakan sistem pertahanan Iran, meski pilotnya disebut berhasil menyelamatkan diri.
Iran juga mengklaim telah menghancurkan sejumlah aset udara Amerika dalam operasi lanjutan, termasuk helikopter Black Hawk dan pesawat angkut C-130, saat misi penyelamatan pilot berlangsung di wilayah Isfahan.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut operasi tersebut berakhir dengan kegagalan di pihak Amerika dan menegaskan sejumlah aset udara Washington berhasil dihancurkan dalam pertempuran.
Versi itu berbeda dari narasi Washington. Presiden AS Donald Trump menyatakan militer Amerika berhasil mengevakuasi pilot dalam operasi yang disebut sebagai salah satu misi penyelamatan paling berisiko dalam sejarah militer modern.
Laporan lain juga menyebut sebagian aset udara Amerika yang digunakan dalam operasi tersebut sengaja dihancurkan oleh pasukan sendiri agar tidak jatuh ke tangan Iran.
Selain pesawat berawak, sistem pertahanan udara Iran juga dilaporkan menembak jatuh sejumlah drone, termasuk MQ-9 Reaper, dalam operasi di wilayah Isfahan.
Benturan ini menandai fase yang lebih terbuka dalam konfrontasi langsung Iran dan Amerika Serikat, sekaligus menunjukkan dominasi udara Washington di kawasan tidak lagi sepenuhnya tak tersentuh.[]
