Internasional
Ketua Parlemen Iran Ejek Klaim Trump Soal “Mengalahkan Iran”
Ahlulbait Indonesia | 15 Maret 2026 — Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf mengejek pernyataan berulang Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim telah mengalahkan Iran dalam agresi militer bersama Israel. Qalibaf menyebut klaim tersebut tidak masuk akal di tengah eskalasi konflik kawasan.
Dalam unggahan di platform X, Minggu (15/3/2026), Qalibaf menanggapi pernyataan Trump yang disebut berkali-kali menyatakan kemenangan atas Iran.
“Dia mengklaim telah ‘mengalahkan’ kami sembilan kali dalam dua minggu terakhir. Lucu sekali!” tulis Qalibaf.
Qalibaf merupakan tokoh politik senior Iran sekaligus mantan komandan militer berpangkat tinggi. Sejak dimulainya serangan terhadap Iran pada 28 Februari, Qalibaf kerap menggunakan media sosial untuk menanggapi pernyataan pejabat Amerika Serikat dan Israel.
Dalam unggahan lain pada hari yang sama, Qalibaf juga mengkritik pejabat militer Amerika Serikat, termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang disebutnya sebagai “Jenderal Televisi” karena sering tampil di media.
Qalibaf menilai kebijakan Washington justru menempatkan tentara Amerika dalam risiko demi mempertahankan kepentingan Israel.
Ia juga menyinggung serangan balasan Iran terhadap sejumlah aset militer Amerika Serikat di kawasan sebagai respons terhadap operasi militer yang dilancarkan terhadap Iran.
Qalibaf memperingatkan rencana pengiriman tambahan pasukan Amerika ke kawasan Teluk Persia berpotensi memperbesar kerugian militer.
“Rencana tersebut seperti melempar pasukan infanteri ke dalam mesin penggiling daging,” tulis Qalibaf dalam unggahannya.
Komentar tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan politik di Amerika Serikat terhadap pemerintahan Trump untuk mengakhiri operasi militer terhadap Iran. Sejumlah analis dan tokoh oposisi di Amerika Serikat menilai pemerintah belum memiliki strategi jelas untuk mengakhiri konflik.
Konfrontasi militer yang berlanjut dinilai berpotensi meningkatkan biaya ekonomi serta korban jiwa di kedua pihak.
Sejak dimulainya agresi militer Amerika Serikat dan Israel, Iran melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah target militer Amerika di kawasan serta lokasi di wilayah pendudukan Israel.
Situasi keamanan juga berdampak pada jalur pelayaran strategis Selat Hormuz di Teluk Persia, yang memicu lonjakan harga energi dan komoditas global dalam beberapa waktu terakhir, menurut laporan Press TV. []
