Internasional
Jubir Kemlu Iran: Ayatullah Khamenei dan Presiden dalam Kondisi Sehat
Ahlulbait Indonesia | 1 Maret 2026 — Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, memastikan Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam kondisi sehat di tengah eskalasi ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan itu disampaikan Baghaei dalam wawancara dengan ABC News pada Sabtu malam (28/2/2026). Ia merespons spekulasi terkait situasi internal Iran setelah rangkaian perkembangan keamanan terbaru.
Dalam kesempatan tersebut, Baghaei menilai jalur diplomasi mengalami kemunduran. “Diplomasi telah dikhianati untuk kedua kalinya dalam sembilan bulan terakhir,” ujarnya saat ditanya mengenai peluang penyelesaian damai.
Baghaei juga menanggapi isu program nuklir Iran. Narasi mengenai ambisi senjata nuklir disebut sebagai bagian dari kampanye disinformasi terhadap Republik Islam Iran. Teheran, kata dia, tidak berupaya memperoleh senjata nuklir.
“Kami datang ke negosiasi ini dengan itikad baik dan dengan keseriusan,” ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyampaikan keterangan serupa terkait kondisi Khamenei. Dalam wawancara dengan NBC News pada Sabtu (28/2/2026), Araqchi menegaskan Pemimpin Tertinggi Iran berada dalam keadaan sehat.
Araqchi juga menilai langkah militer Iran sebagai bentuk pembelaan diri. “Apa yang kami lakukan dengan menyerang pangkalan militer adalah membela diri, dan itu sepenuhnya legal dan sah,” ujarnya.
Terkait dinamika kawasan, Baghaei menyatakan Iran menyerang sejumlah negara Teluk setelah Amerika Serikat menggunakan wilayah mereka untuk melancarkan operasi terhadap Iran. Pernyataan tersebut tidak disertai rincian teknis dan belum memperoleh konfirmasi independen.
Menutup keterangannya, Baghaei menegaskan posisi pemerintah Iran. “Ini adalah perang yang dipilih oleh pemerintahan Amerika. Kami membela diri,” katanya.
Serangkaian pernyataan ini mempertegas sikap resmi Teheran di tengah meningkatnya ketegangan regional dan sorotan internasional terhadap stabilitas serta prospek diplomasi di kawasan. [HMP/ABI]
