Internasional
Jenderal Esmail Qaani kepada Trump: Komandan Gerald Ford Juga Seharusnya Dipecat
Ahlulbait Indonesia | 5 April 2026 — Komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Esmail Qaani, melontarkan kritik tajam kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, sambil menegaskan seluruh pasukan Amerika di kawasan pada akhirnya akan dipaksa mundur.
Pernyataan itu disampaikan Qaani melalui unggahan di media sosial UpScrolled, Sabtu (4/4/2026). Dalam unggahan tersebut, dia menyinggung komandan kapal induk Gerald Ford yang disebut tidak berani melintasi Selat Bab al-Mandab.
“Trump si kriminal juga seharusnya memecat komandan kapal induk Gerald Ford, karena dia tidak berani melintasi Selat Bab al-Mandab akibat takut pada para pejuang perlawanan dan keteguhan rakyat Yaman.”
Qaani juga menuding unsur armada Amerika memilih meninggalkan kawasan setelah dua pekan beroperasi di Laut Merah.
“Setelah dua pekan ragu-ragu dan berlayar di Laut Merah, kapal itu melarikan diri dari kawasan dengan dalih yang dibuat-buat.”
Menurut Qaani, seluruh pasukan Amerika di kawasan pada akhirnya akan menghadapi nasib serupa.
“Nasib seluruh pasukan teroris Amerika adalah mundur dan melarikan diri dari kawasan.”
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, terutama di sekitar Yaman, Laut Merah, dan jalur pelayaran strategis Bab al-Mandab.
Aktivasi akun resmi Esmail Qaani di platform UpScrolled juga turut menjadi sorotan. Platform tersebut dikembangkan oleh seorang pemuda Palestina, Issam Hijazi, yang kini bermukim di Australia setelah kehilangan 60 anggota keluarganya dalam serangan Israel di Gaza. UpScrolled resmi diluncurkan pada Juni 2025 dengan pendekatan yang menitikberatkan kebebasan berekspresi. []
