Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

IRGC Ungkap Target Serangan Gelombang ke-38 dan 39 Operasi “Janji Sejati 4”

Published

on

Aap mengepul dekat kedutaan AS di Kuwait (Foto: AFP)

Ahlulbait Indonesia | 11 Maret 2026 — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengungkap target militer Amerika Serikat dan Israel yang diserang dalam gelombang ke-38 dan ke-39 Operasi “Janji Sejati 4.” Serangan tersebut menyasar pangkalan militer Amerika di kawasan Teluk serta fasilitas strategis militer Israel.

IRGC mengumumkan peluncuran gelombang ke-39 pada Rabu dini hari (11/3/2026) sebagai penghormatan kepada para syuhada Iran, terutama Amir Mousavi. Operasi tersebut diarahkan ke pangkalan militer Amerika di kawasan.

Pernyataan IRGC yang dikutip Al Mayadeen menyebut serangan menggunakan rudal Qadr, Khorramshahr, dan Emad dengan hulu ledak ganda.

“Kami menghargai serangan efektif dan heroik pasukan perlawanan yang melanjutkan gelombang serangan rudal dan drone berskala luas oleh pasukan Iran,” tulis IRGC.

IRGC juga menyatakan rangkaian serangan tersebut memicu kepanikan di Israel. Sirene peringatan serangan udara dilaporkan terus berbunyi selama lebih dari sepuluh hari.

IRGC menegaskan Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh Angkatan Laut Garda Revolusi. Jalur strategis tersebut disebut tidak dapat dilalui pasukan Amerika maupun sekutunya.

Serangan ke Pangkalan Amerika

Dalam gelombang ke-38 operasi tersebut, IRGC meluncurkan dua serangan rudal simultan ke pangkalan helikopter Amerika Al-Udeiri.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah tentara Amerika dan melukai lebih dari 100 orang, yang kemudian dirawat di rumah sakit Al-Jaber dan Al-Mubarak di Kuwait.

IRGC juga melancarkan serangan rudal dan drone ke infrastruktur utama pangkalan Amerika di Pelabuhan Salman, yang menjadi pusat Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat.

Serangan lain menyasar sistem pertahanan Patriot, gudang peralatan militer, serta pusat permukiman dan titik konsentrasi pasukan Amerika di pangkalan Mohammed Al-Ahmad dan Ali Al-Salem.

IRGC menyebut gelombang ke-38 operasi tersebut menghancurkan sisa kekuatan militer Amerika di kawasan.

Target Militer Israel

Militer Iran juga melancarkan serangan drone pada dini hari terhadap sejumlah fasilitas militer Israel. Target tersebut meliputi Organisasi Intelijen Militer Israel Aman, Unit 8200, Radar Green Pine, serta markas kapal selam di pangkalan Angkatan Laut Haifa.

Militer Iran menyebut markas Aman menjadi bagian penting dari struktur intelijen Israel yang terlibat dalam penentuan target operasi militer terhadap Iran.

Unit 8200 dikenal sebagai unit pengumpul intelijen sinyal yang memantau komunikasi digital serta menjalankan operasi siber ofensif.

Militer Iran juga melaporkan kerusakan luas pada radar Green Pine, salah satu komponen utama sistem pertahanan rudal Israel. Kerusakan tersebut dinilai menurunkan kemampuan Israel dalam menghadapi serangan rudal Iran.

Operasi militer terhadap target Israel masih berlangsung. Angkatan Bersenjata Iran menegaskan komitmen mempertahankan kedaulatan negara serta keamanan Republik Islam.

Televisi pemerintah Iran melaporkan sejak dimulainya agresi terhadap Iran, angkatan bersenjata negara tersebut telah menembak jatuh 104 drone milik Amerika Serikat dan Israel. []