Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

IRGC Ungkap Detail Penargetan Kapal Abraham Lincoln

Published

on

Ahlulbait Indonesia | 2 Maret 2026 – Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan telah menargetkan kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln dengan empat rudal jelajah, menghantam kapal pendukung AS, serta menghancurkan radar sistem pertahanan rudal THAAD. Demikian melansir Al Mayadeen, Senin (2/3/2026).

Dalam pernyataan resmi pada Minggu, IRGC mengatakan bahwa USS Abraham Lincoln meninggalkan lokasi misinya setelah serangan dan bergerak menuju Samudra Hindia bagian tenggara.

IRGC juga menyatakan sebuah kapal pendukung Amerika di lepas pantai Chabahar dihantam drone dan rudal sehingga tidak dapat beroperasi kembali.

Selain itu, IRGC mengonfirmasi penghancuran total radar THAAD milik jaringan pertahanan rudal Israel di Ruwais, Uni Emirat Arab.

Penembakan Drone dan Rangkaian Operasi

IRGC mengumumkan penembakan dua drone Hermes milik Israel di Tabriz dan Khorramabad menggunakan sistem pertahanan udara dan antariksa. Total drone yang ditembak jatuh mencapai 17 unit Hermes dan satu unit MQ-9 oleh sistem pertahanan udara IRGC.

Serangan tersebut dinyatakan sebagai respons atas agresi Amerika–Israel yang dimulai pada Sabtu pagi.

Melalui beberapa gelombang rudal dan pesawat nirawak, IRGC menargetkan sejumlah lokasi dan kepentingan Amerika di kawasan. Dalam Pernyataan No. 8, IRGC menyebut sekitar 560 personel militer Amerika tewas dan luka akibat rangkaian serangan itu.

Gelombang ketujuh dan kedelapan operasi diarahkan terhadap target Amerika dan Israel sebagai bagian dari respons berkelanjutan.

Dampak di Kuwait dan Bahrain

Data yang diumumkan IRGC menunjukkan pangkalan Amerika Ali Al Salem di Kuwait dinonaktifkan akibat serangan terbaru. Tiga fasilitas infrastruktur maritim milik pangkalan Mohammed Al Ahmad di Kuwait juga dilaporkan hancur.

Di Bahrain, pangkalan angkatan laut AS di pelabuhan Mina Salman disebut dihantam empat drone yang menyebabkan kerusakan signifikan pada pusat komando dan fasilitas pendukung.

Dua rudal balistik juga dilaporkan menargetkan kediaman militer AS di Bahrain. Laporan lain menyebut serangan beruntun terhadap pangkalan AS lainnya di kawasan.

Menurut informasi yang diterima, tiga kapal tanker minyak milik Amerika Serikat dan Inggris di Teluk dan Selat Hormuz terkena rudal dan mengalami kebakaran.

Perkembangan ini menandai eskalasi signifikan dengan dampak strategis di sektor militer dan maritim kawasan. [HMP/ABI]