Internasional
IRGC Targetkan Pangkalan Amerika, 560 Personel Militer AS Tewas dan Terluka
Ahlulbait Indonesia | 2 Maret 2026 — Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan tewas dan lukanya sekitar 560 personel militer Amerika dalam penargetan yang menarget pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan. Operasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian “Janji Sejati 4”, sebagaimana dilaporkan Al Mayadeen pada Senin (2/3/2026).
Dalam pernyataan resmi nomor 8, Humas Garda Revolusi menyebut gelombang ketujuh dan kedelapan operasi diarahkan ke target-target Amerika dan Israel sebagai kelanjutan pembalasan atas agresi Amerika-Israel terhadap Iran.
Pernyataan itu menjelaskan bunyi sirene dan pergerakan ambulans di dalam pangkalan-pangkalan Amerika dan Israel. Berdasarkan pemantauan lapangan dan data intelijen, situasi tersebut disebut mencerminkan keadaan kacau serta krisis psikologis di kalangan personel militer Amerika dan pemukim Israel.
“Tekanan militer akan terus berlanjut dengan tujuan untuk semakin menekan mereka,” demikian isi pernyataan tersebut.
IRGC juga menegaskan serangan rudal dan pesawat nirawak berlangsung terus-menerus dan komprehensif. Publik Iran, menurut pernyataan itu, akan menerima informasi bertahap mengenai hasil operasi serta capaian ofensif angkatan bersenjata.
Pengakuan CENTCOM
Di sisi lain, United States Central Command (CENTCOM) mengakui tewasnya tiga tentara Amerika dan luka-lukanya personel lain akibat serangan Iran yang mengenai pangkalan militer Amerika di kawasan.
Rincian Target di Kuwait dan Bahrain
Data dalam pernyataan IRGC menyebut pangkalan “Ali Al-Salem” milik Amerika di Kuwait keluar dari layanan akibat serangan terbaru. Tiga fasilitas infrastruktur maritim milik pangkalan “Mohammed Al-Ahmad” di Kuwait juga dilaporkan hancur.
Di Bahrain, pangkalan laut Amerika di Pelabuhan Salman disebut terkena empat serangan pesawat nirawak yang menyebabkan kerusakan besar pada pusat komando dan dukungan. Tempat tinggal personel militer Amerika di Bahrain juga dilaporkan menjadi sasaran dua rudal balistik.
Informasi yang diterima menyebut serangan beruntun turut mengenai pangkalan-pangkalan Amerika lainnya di kawasan.
Serangan terhadap Kapal dan Kapal Induk
Menurut data tersebut, tiga kapal tanker minyak milik Amerika Serikat dan Inggris di Teluk dan Selat Hormuz terkena serangan rudal yang mengakibatkan kebakaran.
Garda Revolusi juga mengumumkan penargetan kapal induk Amerika, USS Abraham Lincoln, dengan empat rudal balistik dalam serangan terpusat. [HMP/ABI]
